RADARSEMARANG.ID - Kali Gung merupakan sungai terpanjang yang mengalir dari pegunungan wilayah selatan Tegal dan bermuara di Laut Jawa.
Nama sungai ini juga digunakan untuk penamaan kereta api rute Cirebon-Brebes-Tegal-Semarang yaitu KA Kaligung.
Ternyata sungai ini punya 3 nama dalam penyebutannya oleh masyarakat Tegal dalam kesehariannya.
Selain nama Kali Gung yang umum didengar, sungai yang bermuara di utara Kota Tegal ini juga punya penyebutan lain yaitu Kali Ketiwon dan Kali Prepil.
Perbedaan penyebutan nama itu akibat dari perubahan alur sungai pada masa Hindia Belanda.
Saat itu wilayah Tegal sisi utara serig mengalami kebanjiran akibat meluapnya Sungai Kali Gung.
Hal ini membuat kegiatan ekonomi Belanda cukup dirugikan akibat adanya banjir di wilayah yang strategis ini.
Oleh karena itu pemerintah kolonial bersama Tumenggung Kertoyudo Reksonegoro V yang menjadi pemimpin Tegal saat itu, membuat rencana penganggulangan banjir.
Hasil dari rencana itu adalah membuat penyodetan aliran Kali Gung untuk memecah alur sungai yang sering banjir.
Namun rencana ini sempat ditentang oleh rakyat Tegal saat itu karena tanah sepanjang 10 km dan lebar 50 meter harus dijual ke Pemerintah.
Sempat terjadi gerakan rakyat akibat perjanjian jual beli yang tak sesuai, namun dapat diredam oleh Pemerintah Belanda.
Akhirnya proses pembangunan sodetan dapat berjalan di mulai dari wilayah Adiwerna dan dibelokkan sepanjang Desa Kalimati hingga ke wilayah timur Slerok.
Dari sinilah muncul sebutan Desa Kalimati, Selain itu juga dibangun Bendungan Pesayangan yang berhasil memecah aliran Kali Gung.
Hal ini membuat aliran Kali Gung berubah yang awalnya mengalir dari Kejambon ke Panggung sampai Laut Jawa sebagai aliran aslinya.
Inilah yang menjadi asal penamaan istilah Kali Prepil, Menurut buku "Tegal Sepanjang Sejarah" nama ini berasal dari Bahasa Belanda yaitu Propil.
Sedangkan istilah Kali Ketiwon sendiri berasal dari nama daerah yang berada di sisi timur sodetan yaitu Kompleks Ketiwon.
Sehingga disimpulkan penamaan Prepil untuk penyebutan aliran sungai dari Desa Kalimati hingga Jembatan Pantura.
Ketiwon sendiri digunakan untuk menyebut aliran sungai Kali Gung dari Jembatan Pantura hingga muara di Laut Jawa.
Editor : Baskoro Septiadi