Zubaidah Integrasikan KIA dan Program Stimulasi Dini untuk Optimalkan Tumbuh Kembang Anak

RADARSEMARANG.ID, Tegal - Suasana Posyandu Dahlia, Desa Sumingkir, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, pagi itu tampak lebih hidup. Di antara deretan ibu yang menggendong balita, seorang perempuan berkerudung hijau dan mengenakan batik berdiri di depan ruangan. Dengan suara tenang, ia menjelaskan satu per satu tentang kesehatan ibu dan anak.
Dialah Zubaidah, Programmer Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) bidang anak di Puskesmas Kedungbanteng. Dengan sabar, Zubaidah membuka sosialisasi. Satu per satu, ia menjelaskan tentang cakupan KIA bagi ibu dan anak.
Perempuan 48 tahun ini mempunyai peran penting terhadap kesehatan ibu dan anak di Desa Sumingkir. Ia menjelaskan, Program KIA merupakan program nasional dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kesehatan ibu, bayi, dan anak. Selain itu, program ini juga ditujukan untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
Program KIA dijalankan melalui dinas kesehatan di masing-masing daerah. Tugasnya sebagai Programmer KIA ialah mewakili puskesmas untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.
"Program KIA itu bukan cuma buat ibu hamil saja, tapi juga untuk bayinya, balitanya, sampai anak usia prasekolah. Bahkan sekarang sudah terintegrasi dengan kesehatan keluarga dan gizi. Jadi semuanya diperhatikan, mulai dari remaja putri yang nanti akan menjadi calon pengantin, ibu hamil, hingga anak-anak," ujarnya.
Ibu-ibu menyimak dengan saksama. Sesekali mereka mengangguk atau bertanya tentang imunisasi, vitamin, atau tumbuh kembang anak. Zubaidah menjawab satu per satu dengan ramah. Tangan kanannya sesekali menunjuk Buku KIA yang dipegang salah satu ibu. Ia menjelaskan bagian mana yang perlu diperhatikan.
Di meja sebelah, tepatnya di meja lima posyandu yang diperuntukkan bagi penyuluhan, seorang kader Program Stimulasi Dini bernama Muniroh tengah asyik memberikan sosialisasi tentang SIPADI, singkatan dari enam langkah pengasuhan yang baik untuk anak: Sayangi Anak, Interaksi Setiap Saat, Puji Setiap Usaha Anak, Ajak Anak ke Pustu untuk stimulasi bersama, Dampingi Anak, dan Ikuti Perkembangan Anak melalui Buku KIA.
Zubaidah yang masih melanjutkan sosialisasinya sesekali menoleh dan mendengarkan penyuluhan dari Muniroh. Ada senyum bangga di wajahnya. Ia tahu, apa yang disampaikan para kader Stimulasi Dini ini selaras dengan tugasnya sebagai Programmer KIA. Bahkan, Program Stimulasi Dini justru melengkapi apa yang selama ini menjadi perhatiannya tentang stimulasi perkembangan anak yang sering terlupakan.
Zubaidah mengakui, selama ini program kesehatan lebih banyak fokus pada pertumbuhan fisik anak. Berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala semua diukur dengan teliti. Namun, soal perkembangan otak sering terlewat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




