Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wisata Air Panas Guci Kembali Bangkit Pasca Bencana

D
Penulis: Dhinar Sasongko❯
Photo
Photo

RADARSEMARANG.ID, Guci - Pagi menyelimuti lereng Gunung Slamet dengan sunyi yang menenangkan.


Advertisement

Kabut tipis menggantung di udara. Uap hangat perlahan mengepul dari aliran air panas, menembus dinginnya hawa pegunungan.

Di sinilah, di kawasan wisata Guci, kehidupan kembali menemukan nadinya.

Tawa anak-anak pecah di antara gemericik air. Percakapan wisatawan terdengar hangat.

Advertisement

Aroma tanah basah dan embun pagi seakan menjadi saksi—bahwa Guci masih berdiri.

Namun ingatan tentang bencana itu belum lama berlalu.

Banjir bandang setinggi tujuh meter pernah mengamuk di aliran Sungai Kaligung. Air berlumpur menerjang Pancuran 13.

Advertisement

Tiga jembatan terputus. Jalan amblas. Ketakutan menyelimuti warga. Kawasan yang biasanya dipenuhi keceriaan, mendadak sunyi.

Guci sempat terdiam.Tetapi alam dan manusia di kaki gunung ini memilih untuk bangkit.

Perlahan, akses yang rusak diperbaiki. Jalan yang sempat amblas kini kembali tersambung.

Kendaraan roda dua dan roda empat kembali melintas, membawa harapan—dan wisatawan yang rindu.

Di jantung kawasan, kolam-kolam pemandian kembali dialiri air panas alami. Uapnya membumbung tinggi, seakan menjadi simbol keteguhan.

Hangatnya air bukan sekadar relaksasi—ia adalah tanda kehidupan yang terus mengalir.

Gunawan, 39 tahun, datang pagi-pagi bersama istri dan anaknya. Tiga puluh kilometer ditempuh dengan sepeda motor, demi menikmati kembali suasana yang sempat hilang.

“Saya tidak takut ke sini. Sekarang sudah aman. Jalannya juga sudah bagus lagi,” ujarnya mantap, sambil menggandeng sang anak menuju kolam air panas.

Hotel dan vila tetap beroperasi. Balkon-balkon kembali dihuni tawa. Restoran menyajikan hidangan hangat. Asap sate ayam dan sate kelinci mengepul di sepanjang jalan.

Tempe mendoan yang baru diangkat dari wajan berpadu dengan aroma kopi hitam yang mengepul pelan.

Ekonomi yang sempat terhenti, kini kembali berdenyut.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, memastikan berbagai langkah mitigasi telah dilakukan. Infrastruktur diperkuat. Sistem pengamanan ditingkatkan. Pengawasan diperketat.

“Guci tetap aman untuk dikunjungi,” tegasnya.

Di bawah bayang kokoh Gunung Slamet, Guci membuktikan satu hal—bahwa luka bisa sembuh, bahwa harapan tak pernah benar-benar padam.

Bencana mungkin meninggalkan jejak.

Namun hari ini, Guci berdiri dengan wajah baru.

Lebih kuat.

Lebih siap.

Dan tetap hangat menyambut siapa pun yang datang.(sas)

Advertisement
Editor : Baskoro Septiadi
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Sarif Kakung: Perkuat Kapasitas Pengelolaan Desa Wisata di Jawa Tengah 

Sarif Kakung: Perkuat Kapasitas Pengelolaan Desa Wisata di Jawa Tengah 

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah

Sarif Kakung: Pembangunan Pariwisata harus Berorientasi Ekonomi Daerah dan Masyarakat

Sarif Kakung: Pembangunan Pariwisata harus Berorientasi Ekonomi Daerah dan Masyarakat

ekonomi yang dihasilkan bagi daerah dan masyarakat.

Wikabalung Bukti Gagasan Cerdas Desa Membangun Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi

Wikabalung Bukti Gagasan Cerdas Desa Membangun Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi

Kawasan Perdesaan Wikabalung kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat melalui penyelenggaraan Gebyar Wikabalung 2026 yang berlangsung pada 14–28 Juni 2026.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer