Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Java Textiel Maatschappij, Bukti di Tegal Pernah Berdiri Perusahaan Tekstil Terbesar di Indonesia Pada Era Kolonial

M
Pabrik JTM Tegal
Pabrik JTM Tegal

RADARSEMARANG.ID - Tegal sebagai kota strategis pada zaman kolonial membuatnya banyak dibangun berbagai fasilitas industri.


Advertisement

Salah satunya adalah pabrik tekstil, bahkan perusahaan yang berdiri di Tegal ini pernah menjadi yang terbesar di Indonesia.

Perusahaan tersebut adalah Java Textiel Maatschappij biasa disingkat JTM yang didirikan oleh Pemerintah Belanda.

Menurut Buku "Melihat Sejarah Tegal Dari Sisi Nusantara dan Kolonial," Pabrik tekstil terbesar itu mulai beroperasi pada 25 Mei 1936.

Advertisement

Kemudian mulai beroperasi setahun kemudian hingga berlangsung sampai dikuasai Jepang pada tahun 1942.

Bahan baku kapas yang digunakan untuk membuat lembaran kain diimpor dari Cina, India, Amerika, dan Australia.

Pada masa kejayaannya pabrik yang berlokasi Desa Dampyak ini memproduksi kain tekstil untuk dipasarkan ke kota-kota besar.

Advertisement

Produk tekstil dari Tegal ini dijual ke beberapa kota seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Pekalongan, dan Solo.

Selain pasar dalam negeri, JTM juga menjual produknya ke luar negeri seperti Taiwan, Korea, Hongkong, dan Belgia.

Pasca kemerdekaan RI ditahun 1945, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi perusahaan ini dan mengubahnya menjadi Pabrik Textil Indonesia (TEXIN).

Nama TEXIN inilah yang menjadi familiar untuk warga Tegal dalam menyebut daerah pabrik ini berdiri.

Usai dipegang pemerintah Indonesia, perusahaan ini beberapa kali berganti nama dan perubahan SK pengelolaan.

Saat ini kejayaanya telah berakhir dan sudah lama berhenti beroperasi, namun sisa bangunan megahnya dapat disaksikan hingga saat ini.

Sisa bangunan pabrik ini terletak di jalan Pala No. 1 Desa Dampyak Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal yang berdiri di atas tanah seluas ± 50 hektar.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer