Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kencan Singkat Membawa Petaka, Warga Sumsel Ditusuk Teman Kencan di Solo

Agus AP
Penulis: Agus AP❯
Salah satu hotel di Banjarasari, Solo, yang jadi TKP penusukan, Jumat (13/10). (ANTONIUS C/RADAR SOLO)
Salah satu hotel di Banjarasari, Solo, yang jadi TKP penusukan, Jumat (13/10). (ANTONIUS C/RADAR SOLO)

RADARSEMARANG.ID, SOLO - Kencan singkat membawa petaka. Demikian yang dialami D, 21.


Advertisement

D menjadi korban penusukan oleh teman kencan di salah satu hotel di Jalan Gajahmada, Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo.

Sedangkan pelaku penusukan yang berinisial DA, 19, teman kencan singkat yang ternyata berniat merampok korban.

Hal tersebut diungkapkan Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi saat ditemui di Balai Kota Solo, Sabtu (14/10) siang.

Advertisement

Iwan Saktiadi mengatakan, dari hasil gelar perkara, status DA yang merupakan warga Sukoharjo sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Beberapa saksi sudah kita periksa. Antara lain tiga teman korban, kemudian pegawai hotel. Dari hasil gelar perkara malam kemarin (Jumat), DA kita tetapkan sebagai tersangka tunggal," ujar dia.

Disampaikan Iwan, berdasarkan hasil keterangan tersangka, awalnya DA memesan layanan kencan terhadap korban melalui aplikasi online.

Advertisement

Kemudian, sekitar pukul 11.30, DA mendatangi korban di hotel lokasi janjian.

"Kemudian antara korban dan tersangka melakukan kencan di dalam kamar hotel," urai Iwan.

Usai melakukan hubungan badan, tersangka kemudian pamit ke kamar mandi.

Yang ternyata dia mengambil pisau yang telah dibawa di dalam tasnya.

Saat D lengah, tersangka tiba-tiba menusuk leher korban.

"Jadi tersangka ini memang sudah berniat untuk menguasai harta berharga milik korban," ujar Iwan.

Sekitar 15 menit, korban berteriak, yang kemudian terdengar teman korban yang menginap di kamar sebelah.

"Korban ditemukan sudah bersimbah darah saat pengelola hotel membuka pintu kamar. Pelaku sudah sembunyi di langit-langit kamar. Dia panik karena korban berteriak," tutur kapolresta.

Tersangka sempat bersembunyi di langit-langit kamar hotel.

Kemudian berhasil ditangkap setelah diberi ultimatum oleh aparat kepolisian di TKP.

"Jadi kami curiga dengan adanya penutup langit-langit kamar mandi kamar hotel yang terbuka. Ternyata benar, pelaku berniat kabur dari atas. Namun berhasil kita ringkus," ujar Iwan.

Ditambahkan Iwan, saat ini polisi masih mencari pasal yang tepat untuk menjerat tersangka. Apakah murni penganiayaan, atau sudah masuk dalam kategori pencurian dengan kekerasan (curas).

"Karena dia melumpuhkan dulu, baru rencananya akan mencuri. Namun ternyata dia malah panik karena korban teriak, sehingga belum sempat mengambil barang berharga milik korban," ujarnya.

Pihak kepolisian juga berencana memeriksa korban, yang merupakan yang merupakan warga Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Hal itu guna mengetahui secara pasti kejadian sebenarnya.

"Alhamduliah untuk korban kemarin sudah dioperasi di RS PKU Muhammadiyah. Kondisinya sudah stabil, namun belum bisa dimintai keterangan. Kita pastikan sembuh dulu, baru kita mintai keterangan," pungkas Iwan. (atn/ria)

Advertisement
Editor : Agus AP
Sumber : Radar Solo
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar SemarangIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer