Jateng Butuh Lebih Banyak Sarpras Olahraga yang Memadai

352
Tim Sepakbola Jateng untuk PON Papua terpaksa berlatih di Lapangan Mranggen karena keterbatasan lapangan di Jateng. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Keterbatasan sarana olahraga masih menjadi kendala bagi atlet Jawa Tengah di beberapa cabang olahraga (cabor) untuk berlatih. Hal tersebut sering dikeluhkan. Mengingat mereka perlu latihan intensif di tempat yang khusus untuk bersiap menghadapi event olahraga bergengsi. Baik nasional maupun internasional.

Anggota Komisi E DPRD Jateng Endro Dwi Cahyono menuturkan fasilitas mumpuni memang diperlukan atlet untuk terus berprestasi. Jateng sendiri jumlah sarana dan prasarananya masih kurang. Terutama di daerah perbatasan. Pasalnya, selama ini pemusatan latihan memang masih berpusat pada Semarang dan Solo. Yang notabene memang memiliki sarana lengkap dan kerap menjadi tuan rumah ajang internasional.

“Tentu saja masih kurang banyak. Tapi masalah keterbatasan fasilitas ini tidak hanya di Jateng. Namun semua daerah. Mengingat ini memang problem dari negara berkembang,” ujarnya.

Maka dari itu, untuk menunjang prestasi atlet Jateng, peningkatan fasilitas olahraga memang diperlukan. Namun pihaknya menyadari hal tersebut sulit terealisasi. Mengingat anggaran yang dimiliki pemerintah daerah masih terbatas. Sedangkan kebutuhan lain yang mendesak pun lebih prioritas untuk dikerjakan.

“Kalau memungkinkan dikerjakan ya tentu kami dukung. Namun di saat ini, terpenting adalah mengembalikan kondisi agar pulih dari covid-19 dulu. Agar ekonomi jalan dan semua sektor kembali normal,” lanjutnya.

Pihaknya pun meminta para atlet dapat bersabar dan tidak patah semangat meskipun dengan keterbatasan. Pihaknya berjanji konsisten menyuarakan kebutuhan atlet, agar jika memungkinkan hal tersebut dapat terealisasi di kemudian hari. “Ya saat ini, saat yang sulit. Butuh kesabaran dan keikhlasan dari semua pihak. Termasuk dari atlet sendiri,” pungkasnya

Sementara itu, cabor sepakbola menjadi salah satu yang mengalami kesulitan mencari fasilitas olahraga untuk berlatih. Pasalnya lapangan bagus yang ada di Jateng sangat terbatas. Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Indonesia Jawa Tengah Edi Sayudi pun mencari solusi agar timnya tetap bisa berlatih. Yakni dengan mengajukan izin ke Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng agar dapat diperbolehkan menggunakan Stadion Jatidiri. Untuk program pelatda (pemusatan latihan daerah) lanjutan jika semua program kembali normal pasca pandemi saat ini.

“Kalau sebelum pandemi ini kami memang kesulitan mencari tempat pelatda. Alhasil kami terpaksa menggunakan lapangan di Mranggen yang memang secara kualitas rumputnya lebih baik dari lapangan lainnya,” pungkasnya. (akm/ida/bas)





Tinggalkan Balasan