Jateng Kekurangan Wasit Berlisensi C2

473
Asprov Jateng berencana mengadakan kursus wasit tahun ini guna menambah jumlah wasit berlisensi C2 di Jateng. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Tengah sedang mendorong program kursus lisensi C2 bagi para wasit asli Jateng. Pasalnya, saat ini jumlah wasit yang berlisensi tersebut masih sedikit, tidak sebanding dengan kuantitas jumlah pertandingan yang ada.

Sekretaris Asprov PSSI Jateng Purwidyastanto menuturkan, tahun ini jumlah wasit asal Jateng yang memiliki lisensi C2 hanya 70 orang saja. Jumlah tersebut jauh lebih sedikit daripada wasit berlisensi C1 yang sebanyak 122 orang. Dan C3 sebanyak 351 orang. “Kebanyakan wasit C2 tahun lalu sudah meng-upgrade lisensi ke C1. Jadi saat ini jumlah wasit C2 menjadi terbatas,” ujarnya.

Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan, pihaknya tengah berencana mengajukan susulan kepada PSSI Pusat. Agar dapat menyelenggarakan minimal satu kali kursus wasit lisensi C2 hingga akhir tahun. Nantinya para peserta yang dapat ikut adalah wasit asli Jateng yang telah memiliki lisensi C3. Dan telah memimpin sebanyak 24 pertandingan dalam satu tahun pada kompetisi di bawah Askab dan Askot yang menaungi di daerah Jateng. “Jika dimungkinkan ya kami minta dua kali. Namun kalau tidak memungkinkan, maka satu kali juga sudah cukup,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan, nantinya bagi wasit yang telah memperoleh lisensi C2, ia dapat memimpin pertandingan sepakbola setingkat provinsi. Seperti Porprov, Porda, Popda atau turnamen lain di bawah Asprov Jawa Tengah.

Sementara itu, Ketua Asprov Jateng Edi Sayudi menuturkan, belum dapat menentukan waktu pelaksanaan kursus tersebut. Pasalnya hingga saat ini semua kegiatan masih berhenti akibat adanya pandemi. Termasuk kursus wasit. Pihaknya berharap kondisi yang ada dapat segera membaik. Sehingga semua program pembinaan dapat berjalan kembali. Dan melahirkan SDM unggul dalam dunia persepakbolaan khususnya yang asli dari Jawa Tengah.

“Sebenarnya dari bulan Januari sampai Maret rangkaian agenda kita banyak sekali termasuk kursus tersebut. Namun sebagai warga negara yang baik, kita patuhi saja imbauan pemerintah dan PSSI Pusat untuk menunda semua kegiatan demi kebaikan bersama,” pungkasnya. (akm/ida/bas)





Tinggalkan Balasan