Tim Sepakbola Jateng Kesulitan Lapangan Latihan

341
Tim sepakbola Jateng terpaksa menggunakan Lapangan di Mranggen Demak untuk melaksanakan pelatda. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Tim Sepakbola Jateng berharap dapat segera menggunakan Stadion Jatidiri Semarang. Pasalnya untuk persiapan PON mendatang, anak asuh Eko Riyadi memerlukan fasilitas lapangan yang mumpuni untuk meraih hasil yang masimal berupa medali emas.

Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Indonesia Jawa Tengah Edi Sayudi menuturkan Jateng sendiri memiliki jumlah lapangan terbatas. Terutama dengan kualitas yang memenuhi standar. Pihaknya pun mengaku kesulitas mencari tempat berlatih bagi Diky Wicaksono dkk. “Ya gimana lagi, kadang latihan di Semarang atau Magelang. Tapi untuk saat ini kita latihan di lapangan Mranggen Demak yang rumputnya lebih bagus dari lainnya,” ujarnya.

Maka dari itu pihaknya berencana mengajukan izin penggunaan stadion Jadiri Semarang. Sehingga para atlet dapat segera mendapat lapangan yang memenuhi standar. Sekaligus memeudahkan mereka untuk berkumpul dan melaksanakan pelatda.”Ya insya Allah pertengahan April kita ajukan surat izin ke Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng,” pungkasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPkom) Renovasi GOR Jatidiri Prambudi Trajutrisno menuturkan saat ini progres renovasi Stadion Utama Jatidiri telah mencapai 80 persen dan siap digunakan. Meskipun begitu pihaknya tetap melakukan pembatasan pemakaian.

Yakni hanya untuk latihan atlet PON Jateng dan pembinaan PPLOP saja. Pihaknya mengaku akan menyusun jadwal rutin, sehingga masing-masing cabor mendapat waktu latihan. Sekaligus memberi waktu istirahat bagi stadion tersebut untuk meneruskan proses finishing.”Ya cabor apa yang ingin menggunakan silahkan menghubungi Disporapar Jateng. Nanti dalam seminggu mereka mungkin dapat latihan dua tiga kali latihan disana,”lanjutnya

Meskipun begitu, pihaknya tetap berpesan kepada para atlet untuk dapat turut serta memelihara dan merawat stadion kebanggaan warga Semarang tersebut. Sehingga milyaran dana yang digunakan untuk merenovasi tidak sia sia belaka dengan ulah tangan jail.

Harapannya hingga diresmikan nanti, stadion masih dalam kondisi baik dan bisa dimanfaatlan oleh seluruh masyarakat Jawa Tengah. “Semua yang memakai termasuk para atlet juga punya tanggung jawab membersihkan dan menjaga stadion yang susah payah kita bangun ini,” pungkasnya. (akm/bas)





Tinggalkan Balasan