Liga 3 Jateng Terancam Mundur

331
Anggota Tim Liga 3, Persik Kendal memilih meliburkan pemain ditengah pelaksanaan kompetisi Liga 3 yang belum jelas. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penyelenggaraan Liga 3 2020 putaran Jawa Tengah terancam mundur. Pasalnya Asosiasi Provinsi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Jawa Tengah memberhentikan sementara semua kompetisi akibat dampak dari Korona.

Ketua Asprov PSSI Jateng, Edi Sayudi menuturkan seharusnya manajer meeting kompetisi Liga 3 dilakukan pada bulan April ini. Namun dengan kondisi darurat saat ini, pihaknya terpaksa membatalkan agenda tersebut.

Akibatnya pelaksanaan kompetisi yang semula dijadwalkan Juni, terancam mundur sampai waktu yang tidak tentukan.  “Kan rencananya April manajer meeting, Mei puasa, Juni kita mulai. Tapi kondisi begini ya kita tunda dulu,” ujarnya.

Terkait teknis pelaksanaan Liga 3 tahun ini, pihaknya memastikan keikutsertaan klub lebih banyak dari tahun sebelumnya. Pasalnya Asprov menambah kuota peserta dari semula 20 tim menjadi 24 tim. Mereka akan menjalani kompetisi selama tiga bulan guna menjadi yang terbaik dan maju ke tingkat nasional. “Yang terbaik akan bersaing dengan perwakilan provinsi lain untuk meraih tiket promosi ke Liga 2,” lanjutnya.

Meskipun terancam ditunda, pihaknya mengaku tetap menghormati keputusan Pemerintah dan faderasi. Baginya kesehatan lebih penting dari apapun. Selain itu ia juga menghimbau seluruh Askab dan Askot untuk dapat mengikuti surat edaran yang ada. Yakni dengan menghentikan sementara semua kegiatan organisasi yang melibatkan banyak orang.”Dimanapun kegiatan sepakbola pasti melibatkan banyak orang. Jadi tolong sekali untuk mengantisipasi korona, untuk sementara kegiatan tersebut jangan dilakukan,” pungkasnya.

Ditengah ketidakjelasan kompetisi, klub anggota Liga 3, Persik Kendal lebih memilih memperpanjang masa libur para pemainnya. Manajer Persik Kendal, Hermanu Rizal menuturkan Dicky Fernando cs seharusnya telah kembali latihan sejak Maret lalu.

Namun dengan adanya Force Majeur tersebut, timnya terpaksa menunda semua kegiatan. Termasuk sarasehan dengan suporter, seleksi tim hingga latihan bersama. Saat ini pihaknya mengaku akan fokus memperbaiki Stadion Kebon Dalem bersama PSSI Semarang. Sembari berharap kondisi yang ada bisa berangsur pulih dan tidak mempengaruhi pelaksanaan liga 3 pada bula Juni mendatang.”Ya kita menerima saja semua keputusan. Lagian untuk kebaikan bersama pula,” pungkasnya. (akm/bas)

 

 





Tinggalkan Balasan