Ungguli PS Tira, 15 Menit Sebelum Berakhir Sempat Duel Panas, Apa yang Terjadi?

74
SELEBRASI: Winger PSIS Komarudin (kiri) dan M Rio Saputro merayakan gol kedua atas PS Tira Persikabo di Stadion Pakansari Bogor, Jumat (22/11).. (IST)
SELEBRASI: Winger PSIS Komarudin (kiri) dan M Rio Saputro merayakan gol kedua atas PS Tira Persikabo di Stadion Pakansari Bogor, Jumat (22/11).. (IST)

RADARSEMARANG.ID, BOGOR – PSIS Semarang sukses menundukkan PS Tira Persikabo pada lanjutan Liga 1 dengan skor 1-2. Kemenangan tersebut sekaligus menuntaskan dendam pada pertemuan pertama di mana Mahesa Jenar harus mengakui keunggulan Laskar Padjajaran 0-2. Bermain di Stadion Pekansari, Kabupaten Bogor, tim Mahesa Jenar harus menerima perlawanan alot dari tuan rumah. Bahkan demi mencetak gol, kedua tim bermain cukup keras dan mengakibatkan sejumlah pemain dari masing-masing tim mengalami cidera.

Sejak menit awal, PSIS telah menerapkan skema menyerang. Terbukti beberapa kali gelandang Bayu Nugroho dan Hari Nur merangsek ke pertahanan lawan. Namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh Zoubairou Garba yang tampil apik mengawal pertahanan Laskar Padjajaran. Petaka datang untuk tuan rumah pada menit ke-29. Sang Kapten Wallace Costa berhasil mencetak gol dari titik putih. Musthofa Umarella memberikan penalti bagi anak asuh Bambang Nurdiansyah setelah kapten PS Tira Abduh Lestaluhu melakukan handball ketika berebut bola dengan Bayu Nugroho di kota kterlarang. PSIS memimpin 0-1.

Tak butuh waktu lama anak asuh Rahmad Darmawan menyamakan kedudukan. Berselang dua menit, lebih tepatnya menit ke- 31, lewat umpan cantik dari Abduh Lestaluhu, Ciro Ferreira berhasil menyambar bola dan mesakkan gol ke gawang Jandia Eka. PS Tira berhasil menyamakan kedudukan. Laga keras yang membuat dua pemain Tira, Roni Sugeng dan Wawan Febriyanto serta gelandang bertahan PSIS, Soni Setiawan cidera ini berakhir dengan skor 1-1.

Memasuki babak kedua, anak asuh Bambang Nurdiansyah tidak mengendurkan serangan. Bahkan beberapa peluang shoot on target dilesakkan Jonathan Cantillana di awal laga. Namun penyelesaian akhir yang kurang sempurna membuat skor tidak berubah. Hingga menit ke-53, gol penentu kemenangan Mahesa Jenar tercipta. Memanfaatkan kemelut di depan gawang, Komarudin berhasil melesakkan gol ke gawang Syahrul Trisna. PSIS unggul 1-2. PS Tira yang tertinggal tak tinggal diam. 15 menit terakhir, mereka mulai intens melakukan serangan. Bahkan sempat terjadi tensi panas antar kedua tim di menit-menit akhir pertandingan. PSIS yang menerapkan skema bertahan hingga akhir laga berhasil mengamankan tiga poin dan melanjutkan upaya menjauh dari zona degradasi.

Pelatih PSIS Semarang Bambang Nurdiansyah mengaku bersyukur dengan hasil yang dicapai anak asuhnya. Menurutnya, semangat tinggi dari Wallace Costa dkk yang menjadi kunci timnya berhasil mengamankan tiga poin. Pihaknya akan terus berusaha melanjutkan tren positif, sehingga Mahesa Jenar dapat mengamankan posisi dan bertahan di Liga 1 tahun depan.

“Kemenangan ini bukan karena saya. Namun karena pemain kita yang memang ingin menang dan lepas dari zona nyaman. Meskipun kita baru istirahat tiga hari dan langsung ke Bogor, tapi Alhamdulillah kita bisa meraih hasil yang terbaik. Semua ini berkat Tuhan dan para pemain,” ujarnya.

Selain itu, ketika ditanya target delapan besar, pihaknya mengaku belum memikirkan hal tersebut. Saat ini, timnya tengah fokus ke pertandingan selanjutnya dan meraih poin penuh. Terkait posisi yang terpenting timnya aman dari jerat degradasi.

“Kita lihat yang ada di depan mata saja dulu lah. Tidak usah muluk-muluk dulu finish delapan besar. Yang penting kita harus siap menghadapi pertandingan selanjutnya. Agar kita bisa melanjutkan tren positif dan meraih poin penuh,” katanya.

Pelatih PS Tira Persikabo Rahmad Darmawan mengakui keunggulan tim tamu. Meskipun telah mengantisipasi dengan skema baru, timnya tidak dapat tampil maksimal setelah kehilangan dua pemain di awal laga. Mau tidak mau dirinya harus mengubah formasi dalam waktu cepat, yang imbasnya membuat skema awal tidak berjalan sebagaimana seharusnya. Namun meskipun kalah, pihaknya tetap mengapresiasi anak asuhnya yang telah memberikan yang terbaik untuk tim.

“Saya ucapkan selamat untuk PSIS. Mereka main bagus dan agresif. Sebenarnya kita sudah siapkan formasi menghadapi Semarang. Namun karena cidera pemain kita harus susun ulang formasi. Namun apapun itu semua tetap tanggung jawab saya. Anak-anak sudah memberikan kemampuan terbaik,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan banyaknya pemain yang absen membuat timnya semakin waspada. Apalagi mengadapi Kalteng Putra pada laga mendatang. Dirinya akan berusaha sekuat tenaga untuk menutupi kekurangan tersebut. Sehingga timnya dapat bangkit dan meraih kemenangan ketika melawan Kalteng Putra, Rabu (27/11) mendatang.

“Kita banyak kehilangan pemain penting. Ada yang ke timnas, ada yang cidera. Dan itu merupakan kehilangan besar. Namun kembali lagi itu bukan alasan. Kami akan tetap harus bersiap menghadapi Kalteng mendatang. Saya akan bertanggung jawab kepada manajemen untuk mengembalikan performa tim dan meraih tiga poin pada laga ke depan,” katanya. (akm/aro)