Juara Piala Presiden 2019, Arema FC Belum Pikirkan Alokasi Dana Segar

435

JawaPos.com – Arema FC tak hanya tampil sebagai kampiun. Tim berjuluk Singo Edan itu juga meraup fee paling besar di ajang Piala Presiden 2019. Total, Singo Edan mampu meraup dana segar senilai Rp 4,425 miliar. Rinciannya, Rp 925 juta dari match fee. Sementara Rp 3,5 miliar merupakan hadiah sebagai juara ajang pramusim ini.

Manajemen Singo Edan pantas gembira. Sebab, pencairan dana tersebut dipastikan tak perlu menunggu waktu lama. Apalagi, Steering Committe menjamin pihaknya akan transparan dalam audit keuangan. Nah, dengan dana melimpah, Singo Edan bisa saja berbenah. Termasuk bisa memboyong pemain anyar. Apalagi, kompetisi Liga 1 memang akan segera bergulir pada awal Mei mendatang.

Itu artinya, masih ada waktu setidaknya tiga pekan bagi Singo Edan untuk mendatangkan pemain anyar. Meski begitu, pelatih Arema FC, Milomir Seslija memilih kalem. Dia belum memutuskan apa yang akan dilakukan dengan dana yang cukup besar itu. Termasuk memboyong pemain baru.

“Saya dan tim akan menikmati dulu kemenangan ini. Karena sebelumnya kami merasakan tekanan yang cukup besar,” kata pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.

Hal senada diungkapkan pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman. Pelatih 60 tahun itu belum memutuskan apakah akan ada penambahan pemain baru atau tidak.

“Tapi setidaknya itu (pemain baru) sudah jadi pemikiran kami. Apakah akan menambah atau membenhai yang sudah ada. Saya sudah komunikasi dengan manajemen,” terang pelatih asal Majalengka itu.

Padahal, Green Force – julukan Persebaya, juga mengantongi dana melimpah. Maklum, sebagai runner-up, Persebaya total mendapat kucuran dana sebesar Rp 3,2 miliar. Rinciannya, Rp 900 juta dari match fee. Lalu Rp 2,3 miliar didapat sebagai tim runner-up.

Itu belum termasuk dua kali memecahkan rekor pendapatan di ajang Piala Presiden 2019. Yakni saat melawan Madura United (3/4) dan Arema FC (9/4). Dari dua laga itu saja, Green Force mampu meraup pendapatan sebesar Rp 5 miliar.

“Tapi belum ada keputusan dari pembicaraan dengan manajemen,” kata pelatih yang akrab disapa Djanur itu.