alexametrics

PSIS Incar Tuan Rumah 8 Besar Piala Presiden 2022

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS akhirnya berhasil mewujudkan ambisinya untuk mengambil poin penuh di laga lanjutan Piala Presiden 2022. Tim berjuluk Mahesa Jenar ini sukses menang 1-2 di laga Derby Jateng versus Persis Solo di Stadion Manahan Solo, Selasa (21/6) sore.

Atas hasil tersebut, Mahesa Jenar membuka peluang lolos ke babak delapan besar. Mahesa Jenar incar juara Grup A agar bisa menjadi tuan rumah di babak delapan besar mendatang.

Seperti diketahui, di babak delapan besar mendatang juara Grup A akan bentrok versus runner up Grup C. Kemudian juara Grup D versus runner up Grup B, juara Grup C versus runner up Grup A dan juara Grup B versus runner up Grup D. Dan tim yang berstatus sebagai juara grup kemungkinan bakal menjadi tuan rumah di laga babak delapan besar.

Hari Nur Yulianto dkk saat ini mengoleksi 7 poin hasil dari dua kali menang dan sekali seri. PSIS akan melakoni laga terakhir babak penyisihan Grup A versus PSS Sleman, Jumat (24/6) malam

Tensi tinggi langsung terjadi di duel Derby Jateng sejak wasit Asep Suryana memulai kick off babak pertama. PSIS tampil dengan the winning team dan mendapat suntikan tenaga baru, Alfeandra Dewangga yang kemarin tampil sebagai bek tengah bersama Wahyu Prasetyo.

Baca juga:  Tujuh Proyek Rehab Sekolah di Batang Terancam Mangkrak

Dua bek sayap terbaik, yaitu Fredyan Wahyu dan Frendi Saputra juga turun sejak awal. Di tengah coach Sergio Alexandre menurunkan dua breaker Eka Febri dan Guntur Triaji. Kemudian kuartet Taisei Marukawa, Oktafianus Fernando, Hari Nur Yulianto, dan Carlos Fortes kembali menjadi andalan lini tengah.

Komposisi tersebut membuat Mahesa Jenar tampil agresif. Lini tengah Persis yang diisi pemain muda seperti Taufiq Febriyanto, Chrystna Bhagaskara, Hamsa Lestaluhu dan Aaron Evans dibuat kocar-kacir. Hal itu membuat duet Irfan Jauhari dan Samsul Arif di depan minim mendapatkan suplai bola.

Gol yang ditunggu baru lahir di menit ke-36. Bek muda yang baru pulang dari Timnas, Alfeandra Dewangga mampu membuat ribuan Panser Biru dan Snex yang datang langsung di Stadion Manahan bersorak. Pemain bernomor punggung 19 itu mencetak gol melalui sundulan kepala memanfaatkan umpan lambung Fredyan Wahyu.

Namun sayang, Hari Nur Yulianto dkk tidak mampu mempertahankam keunggulan. Kini, giliran publik tuan rumah bersorak setelah Febiano Beltrame mencetak gol di masa injury time. Bek naturalisasi itu menutup babak pertama dengan gol sundulan kepalanya.

Baca juga:  BOR RS di Semarang di Angka 46,2 Persen

Babak kedua tuan rumah langsung tancap gas. Coach Jacksen F Tiago coba memasukkan tenaga segar seperti Irfan Bachdim, Kevin Gomes, Zanadin Fariz, dan legiun asing anyar Gerrard Artigas. Namun perubahan komposisi Persis itu tak membuahkan hasil. Mahesa Jenar masih mendominasi di babak kedua.

Tercatat, Hari Nur Yulianto, Taisei Marukawa, dan Oktafianus Fernando mampu membuat peluang emas. Beruntung kiper Laskar Sambernyawa M Riyandi tampil apik dan membuat beberapa penyelamatan krusial.

Mahesa Jenar juga mencoba menurunkan tenaga segar di babak kedua. Delvin Rumbino, Wawan Febriyanto, dan dua pemain asing Alie Sesay dan Jonathan Cantillana diturunkan coach Sergio.

Carlos Fortes akhirnya membungkam publik tuan rumah setelah mencetak gol di menit ke-68. Bomber asal Portugal itu sukses menaklukkan M Riyandi dengan sundulan kepalanya. Gol pemain gimbal itu menjadi gol ketiganya di Piala Presiden, dan untuk sementara mencatatkan namanya di daftar pencetak gol terbanyak turnamen pramusim ini.

Persis Solo yang berambisi menyamakan kedudukan gagal mengembangkan permainan di babak kedua. Skema permainan dari sayap berhasil dibendung barisan pertahanan PSIS dan skor 1-2 bertahan hingga usai.

Baca juga:  5.000 Kendaraan Pemudik Masuk Jateng

Coach Sergio Alexandre mengaku, timnya tampil luar biasa sore kemarin. Transisi serta organisasi penyerangan dan pertahanan dimainkan dengan apik, dan menjadi kunci kemenangan mereka.

“Kami tampil luar biasa sore ini (kemarin, Red). Semua pemain tampil disiplin sejak awal pertandingan hingga akhir. Kami juga mendapatkan dukungan luar biasa dari suporter,” terang pelatih asal Brasil itu.

Pihaknya juga menyoroti mental bertanding Hari Nur Yulianto dkk yang tampil ‘ngedan’ meski mendapat tekanan dari publik tuan rumah.”Laga derby yang luar biasa. Pertandingan cukup ketat,” kata Sergio.

Kondisi sebaliknya terjadi di Persis Solo. Fabiano Beltrame dkk menurut coach Jacksen Tiago tampil nerveus sibawah dukungan ribuan suporter tuan rumah.”Sehingga itu yang membuat permainan kami tidak berkembang,” kata mantan juru taktik Persipura itu.

Jacksen juga mengaku sejumlah pergantian yang dia lakukan tidak membuahkan hasil dan gagal mengembangkan permainan.”Saya tidak menyalahkan pemain, tapi memang pergantian kami tidak mengubah permainan. Ya, semoga kami bisa lebih baik di dua pertandingan sisa,” harapnya. (bas/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya