alexametrics

Wallace Costa Sudah Sumbang 6 Gol untuk PSIS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Drama enam gol terjadi pada laga PSIS Semarang versus Persita Tangerang di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Minggu (20/3/2022) sore. Kedua tim harus puas berbagi poin setelah hanya bermain imbang 3-3.

Tim berjuluk Mahesa Jenar itu tampil dengan komposisi sedikit berbeda sore kemarin. Terdapat nama baru di starting eleven, yaitu Achmad Baasith yang turun berdampingan dengan Resky Wahyu sebagai breaker. Septian David Maulana yang masih cidera perannya digantikan oleh Rachmad Hidayat.

Selebihnya, PSIS tampil dengan skuad sama saat menang lawan PSS Sleman, yaitu Jandia Eka di pos penjaga gawang, kemudian kuartet Frendi Saputra, Wallace Costa, Wahyu Prasetya dan Alfeandra Dewangga. Di pos penggempur, PSIS menurunkan Jonathan Cantillana, Komarudin, dan Riski Fajar.

Baru tiga menit berjalan, Mahesa Jenar langsung tersengat dengan gol cepat Persita yang dicetak Kasim Botan. Tak berhenti di situ, tim berjuluk Pendekar Cisadane itu menggandakan keunggulan melalui gol kedua yang dicetak Taylon Correa di menit ke-22.

Beruntung di menit ke-27 playmaker Jonathan Cantillana memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 melalui sundulan kepalanya memanfaatkan umpan manis Rachmad Hidayat. Skor 1-2 bertahan hingga turun minum.

Baca juga:  Prediksi Susunan Pemain PSIS Semarang vs PSS Sleman, Mahesa Jenar Tetap Pede Meski Tanpa Tiga Pilar

Memasuki babak kedua, coach Ahmad Resal langsung memasukkan dua tenaga anyar. Hari Nur Yulianto dan Flavio Beck Junior dimasukkan menggantikan Achmad Baasith dan Riski Fajar.

Alih-alih ingin memperkecil ketertinggalan, PSIS justru kembali kebobolan di menit ke-58. Bomber Brasil Taylon Correa mencetak gol kedua untuk Persita melalui tendangan penalti setelah Miftahul Hamdi dilanggar kiper Jandia Eka di kotak terlarang.

Tak berlangsung lama giliran PSIS mendapat hadiah penalti dari wasit Musthofa Umarella di menit ke-27 setelah Jonathan Cantillana dilanggar keras di kotak terlarang. Kapten Wallace Costa yang ditunjuk sebagai algojo sukses memperkecil ketertinggalan PSIS menjadi 2-3.

Bukan Wallace Costa namanya kalau tidak menjadi pahlawan pertandingan PSIS. Bek asal Brasil itu mencetak gol krusial penyama kedudukan 3-3 melalui gol sundulan kepalanya memanfaatkan set piece Alfeandra Dewangga di menit ke-71.

Pemain 35 tahun asal Brasil itu menjadi bek tersubur di Liga 1 dengan enam golnya dari 27 laga yang telah dilakoni bersama PSIS. Skor imbang 3-3 bertahan hingga laga usai.

Baca juga:  Imran Nahumarury Mundur dari Kursi Pelatih PSIS

Atas hasil tersebut saat ini PSIS masih bertahan di peringkat ke-7 klasemen sementara dengan 43 poin. Sedangkan Persita bertengger di peringkat ke-9 dengan 39 poin. Mahesa Jenar masih menyisakan dua laga yaitu versus Persipura (24/3) dan versus Persela (jadwal belum ditentukan).

Asisten pelatih PSIS Semarang Ahmad Resal mengucapkan syukur meskipun sempat tertinggal 2-1 dan 3-1, namun timnya masih bisa mengejar ketertinggalan menjadi imbang tiga sama.

Dia merasa meskipun hasil tidak sesuai harapan, setidaknya timnya sudah bekerja keras. Pihaknya juga mengaku bangga kepada anak asuhnya yang bisa menyeimbangkan permainan hingga akhir pertandingan.

“Terima kasih kepada pemain tidak mau kalah. Saya selalu menekankan, selama peluit panjang belum ditiup, mereka harus bekerja keras menjalankan pertandingan,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selanjutnya, pergantian dua pemain yang dilakukan oleh Resal menghasilkan hal positif bagi PSIS Semarang. Menurutnya, posisi tertinggal harus memasukkan pemain yang memiliki naluri menyerang. “Semua pemain keren, mereka kerja keras, ini semua karena kerja tim,” pujinya.

Baca juga:  Rekor Tak Terkalahkan PSIS Terhenti di Tangan Persib

Pemain PSIS Semarang Wallace Costa mengatakan, di awal pertandingan timnya sempat membuat sedikit kesalahan, sehingga kebobolan sebelum lima menit awal. Meski demikian, pihaknya mengucapkan selamat atas kerja keras seluruh pemain, sehingga bisa menghasilkan skor tiga sama. “Tidak ada yang mudah di BRI liga 1 ini, kita sudah melakukan yang terbaik, dan hasil imbang” bebernya.

Pelatih Persita Widodo Cahyono Putro menyampaikan, pertandingan ini secara hasil dirasa mengecewakan. Sebab, timnya sempat unggul dari PSIS terlebih dahulu, tapi ternyata tidak bisa bertahan hingga kebobolan dan imbang 3-3. Pihaknya akan memaksimalkan match selanjutnya.

“Tentang Taylon, hal wajar cetak dua gol. Saya mengapresiasi semua pemain, lawan punya kekuatan untuk membalas gol kita,” jelasnya.

Pemain Persita Tanggerang Muhammad Toha mengatakan, pertandingan melawan PSIS kali ini berjalan seru. Timnya sempat unggul duluan meski akhirnya dapat disamakan oleh PSIS. “Ke depan kami akan lebih konsentrasi lagi agar dapat memenangkan pertandingan selanjutnya,” tutupnya. (din/bas/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya