alexametrics

Masih Melempem, Chevaughn Walsh Baru Cetak 1 Gol dari 9 Laga Bersama PSIS

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS harus kembali mengalami mimpi buruk setelah tumbang 2-1 atas PSM Makassar dalam lanjutan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (6/3) sore kemarin.

Mahesa Jenar sebenarnya membuka asa dengan gol tendangan bebas Jonathan Cantillana di menit ke-13. Namun kapten tim berjuluk Juku Eja, Wiljan Pluim mengubur asa PSIS melalui dua golnya di menit ke-29 dan 59.

Kualitas legiun asing PSM asal Belanda itu berbanding terbalik dengan bomber asing PSIS Chevaughn Walsh. Tampil sebagai starter di laga kemarin, striker asal Jamaika itu gagal berkontribusi bagi Mahesa Jenar, dan harus ditarik keluar di babak kedua digantikan oleh Damas Damar Jati.

Tak hanya di laga kemarin, pemain 26 tahun itu baru bisa mencetak 1 gol dari 9 penampilannya bersama Mahesa Jenar sejak didatangkan di putaran kedua.

Baca juga:  Imran Nahumarury Mundur dari Kursi Pelatih PSIS

Pun begitu dengan pemain asing PSIS lainnya Flavio Beck Junior yang kemarin tampil di babak kedua. Gelandang Brasil itu baru memberikan satu assist dari 10 penampilannya bersama Mahesa Jenar sejak putaran kedua.

Kenyataan tersebut membuat PSIS hanya bisa mengandalkan dua pemain asing, yaitu kapten Wallace Costa yang selalu tampil impresif dan sudah menyumbang tiga gol. Dan juga gelandang Jonathan Cantillana yang sudah mencetak enam gol dari 22 kali penampilannya.

“Tentunya semua pemain kami evaluasi termasuk Walsh. Segala upaya juga telah kami lakukan termasuk memberikan dia latihan finishing tambahan. Ya semoga dia bisa tampil lebih baik,” kata Asisten Pelatih PSIS Ahmad Resal.

Baca juga:  Dragan Genjot Finishing Touch Punggawa PSIS

Pemain-pemain lokal yang tampil sebagai starter di laga kemarin, seperti Komarudin, Fandi Eko, dan Septian David Maulana juga gagal mengembangkan permainan tim di laga kemarin. Praktis Wallace Costa dkk hanya mengandalkan skema bola mati dan tampil tanpa pola permainan yang jelas.

Resal mengaku kecewa dengan hasil pertandingan melawan PSM Makasar. Pasalnya, di lapangan game plan yang sudah direncanakan tidak berjalan. Meski begitu pihaknya tetap memberikan apresiasi atas kerja keras pemain.

“Dua gol PSM prosesnya sama. Akan kami evaluasi. Tentu kecewa. Tapi inilah sepakbola. Anak-anak sudah menampilkan yang terbaik. Kita akan terus melakukan perbaikan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Penjaga gawang PSIS Joko Ribowo mengaku, sepakbola adalah permainan tim. Kekalahan kemarin menjadi evaluasi bersama. Masih ada lima laga selanjutnya.

Baca juga:  Gua Aswatama Batang Konon Bisa Tembus ke Dieng, Dijaga Manusia Harimau

“Kecewa, tapi kita sudah memberikan yang terbaik. Ada pelatih yang akan memberikan evaluasi. Untuk perbaikan ke depannya. Kita akan bekerja keras pada pertandingan berikutnya,” katanya.

Pelatih PSM Makassar Joop Gall mengatakan, pertandingan kali ini penuh tekanan karena timnya harus menang. Karena klasemen sementara butuh hasil baik. PSM di posisi yang tidak diinginkan. Mau tidak mau, mereka harus mendapat kemenangan. Menurutnya, pemain memulai pertandingan dengan baik. Mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan.

“Harusnya pemain bisa menggunakan beberapa peluang. Tapi gagal. Meski begitu, mereka tetap mengontrol gol position. Pertandingan berikutnya harus lebih baik lagi. Tetap mengontrol pertandingan dan mengontrol gol position,” bebernya. (cr1/bas/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya