alexametrics

Keluhkan Hasil PCR Laga PSIS vs Barito Putera, Coach Dragan: Ini Seperti Lelucon

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Pelatih PSIS Dragan Djukanovic kembali dibuat puyeng dengan kondisi tim pada matchday ke-24 versus Barito Putera di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Bali Kamis (10/2) sore.

Bagaimana tidak, beberapa jam menjelang laga, tim berjuluk Mahesa jenar kembali memperoleh hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang kurang mengenakkan. Tercatat ada 13 pemain dan 3 ofisial yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Dengan hasil tersebut, berarti Kamis (10/2) kemarin total kasus positif di tim PSIS ada 16 orang, terdiri dari 6 kasus lama dan 10 kasus baru. “Kemudian untuk total sembuh ada 6 orang dengan rincian tes dua kali ada 3 orang dan tes satu kali ada 3 orang,” ujar dokter tim PSIS Alfan Nur Asyhar.

Kondisi tersebut nyaris sama dengan yang harus dihadapi PSIS pada laga sebelumnya versus Persik Kediri dimana dari hasil tes PCR rutin sebelum laga, total ada 13 pemain terkonfirmasi positif Covid-19. Bedanya, jika di laga versus Persik mayoritas pemain yang absen adalah pemain penyerang, di laga lawan Barito Putera kemarin mayoritas pemain yang absen adalah pemain belakang.

Bahkan PSIS sama sekali tidak punya bek tengah karena Wallace Costa dan Rio Saputro harus absen. Kemudian Wahyu Prasetyo absen karena akumulasi kartu dan Alfeandra Dewangga harus bergabung di Timnas.

Baca juga:  Persebaya Usung Misi Patahkan Rekor Belum Terkalahkan PSIS

Empat pemain bekakang PSIS kemarin diisi oleh Kartika Vedhayanto di bek kanan, Ahmad Syiha dan Aqsha Saniskara sebagai bek tenggah serta Frendi Sapitra di kiri. Syiha dan Aqsha merupakan pemain tengah yang terpaksa tampil sebagai bek tengah.

Pun begitu di pos penjaga gawang. Sore kemarin hanya ada nama Jandia Eka Putra di Daftar Susunan Pemain (DSP) PSIS. Dua kiper cadangan yaitu Joko Ribowo dan Aldhila Ray Redondo tidak bisa diturunkan. Di pos penyerang PSIS sedikit beruntung karena beberapa pemain pilar mereka mulai kembali seperti Chevaughn Walsh, Riyan Ardiansyah dan juga Hari Nur Yulianto.

Jika PSIS hanya bisa tampil dengan 15 pemain, Barito Putra kemarin bernasib lebih baik karena bisa memanfaatkan 21 pemain yang masuk di DSP. Tim berjuluk Laskar Antasari itu hanya kehilangan Brono Matos. Pemain-pemain pilar lainnya seperti Bayu Pradana, Luthfi Kamal, Beni Okto, Raphael Maitimo dan dua legiun asing Renan Silva dan Rafael Silva masih bisa tampil.

Petaka bagi PSIS datang di menit ke-10. Berawal dari sepakan bola mati Ambrizal Umanailo, bek asal Brasil Renan Alves sukses mencetak gol melalui sundulan kepalanya. Mahesa Jenar sebenarnya tak tinggal diam. Tiga menit berselang tepatnya menit ke-13 breaker muda Eka Febri mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tembakan kaki kirinya yang ciamik.

Baca juga:  Dilirik Klub Korsel, Pratama Arhan: Saat Ini Saya Fokus ke PSIS Dulu

Tampil dengan mayoritas pemain muda, PSIS kebingungan mengembangkan permainan. Akhirnya petaka kembali datang di menit ke-29. Giliran gelandang muda Barito Putra Luthfi Kamal yang mampu mencetak gol melalui tembakan jarak jauhnya. Babak pertama berakhir 1-2 untuk keunggulan Barito Putera.

Babak kedua coach Dragan Djukanovic langsung mengubah komposisi pemain. Kapten PSIS Hari Nur Yulianto yang sudah dua laga absen diturunkan menggantikan Adithya Jory. Sebelumnya Beny Wahyudi juga diturunkan untuk menggantikan peran Kartika Vedhayanto yang cedera.

Banyaknya pemain yang tampil bukan di posisi asli mereka membuat PSIS masih kebingungan menemukan bentuk permainan terbaiknya. Jandia Eka Putra masih dibuat ketar ketir dengan serangan sporadis yang dibangun Barito Putera.

Buyung Ismu, Rizky Pora dan Riski Kurniawan secara bergantian mampu mencetak peluang emas bagi Laskar Antasari. Beruntung Barito tidak mampu menambah keunggulan mereka sehingga skor 1-2 bertahan hingga laga usai.

Usai laga, coach Dragan Djukanovic sedikit merasa kecewa dengan hasil tes yang berubah-ubah. “Sangat sulit untuk berbicara game dengan situasi seperti ini. Saya berharap yang mengelola sepabola harus lebih baik lagi. Contohnya tadi pagi ada pengumunan semua komponen tim negatif tapi setengah jam kemudian ada pengumuman lagi 16 orang positif dari hasil swab yang sama. Ini seperti lelucon,” kata pelatih asal Serbia itu.

Baca juga:  Bek PSIS Tak Mau Kecolongan Mesin Gol Pesiraja

Pihaknya juga merasa beberapa keputusan wasit Tabrani di lapangan patut dipertanyakan. Misalnya, salah satu pemain PSIS Kartika Widiyanto dilanggar bahkan setelah diganti harus dibawa ke rumah sakit, namun wasit tidak memberikan kartu sama sekali untuk pemain Barito yang mencederainya. “Keputusan wasit sangat tidak bisa dipercaya. Hal ini sungguh di luar nalar. Banyak pelanggaran berat yang harus diberikan kartu namun justru bebas dari kartu,” katanya.

Sementara head coach Barito Putera Rahmad Darmawan merasa belum puas dengan pertandingan kemarin meskipun memenangkan pertandingan melawan PSIS Semarang. Namun, pihaknya merasa bangga dengan para pemain karena telah bekerja keras dan memiliki kemauan tinggi untuk memenangkan pertandingan kali ini.

“Pemain telah menunjukkan banyak hal, dan mengalami kemajuan. Tentu ini akan menjadi modal bagi Barito untuk mengejar ketertinggalan. Peluang sekecil apapun harus bisa dimanfaatkan, kita akan berusaha. Besar atau kecil peluang yang ada, tetap harus berusaha,” jelasnya. Menurutnya, PSIS Semarang memberikan perlawanan yang sangat ketat bagi Barito. (cr1/bas/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya