alexametrics

12 Pemain PSIS Absen, Coach Dragan Puyeng

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SemarangHead coach PSIS Semarang benar-benar harus memutar otaknya dalam laga lanjutan Liga 1 versus Persik Kediri di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar Minggu sore (6/2) kemarin.

Benar saja, di hari H pertandingan tim berjuluk Mahesa Jenar mendapat kabar kurang menyenangkan karena 12 pemain dan 3 ofisial mereka positif Covid-19 berdasarkan hasil tes Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dilakukan pada Sabtu (5/2) malam.

“Hasil PCR keluar pada Minggu (6/2) pagi dengan dinyatakan 12 pemain dan 3 ofisial positif Covid-19,” kata dokter tim PSIS Alfan Nur Asyhar.

Saat ini, 15 orang komponen tim yang dinyatakan positif sudah melakukan isolasi dan pemain serta ofisial yang negatif sudah ditempatkan pada satu kamar untuk satu orang.

“Yang terkonfirmasi positif sudah diberikan obat dan vitamin. Yang negatif juga sudah langsung dipisah. Satu orang satu kamar supaya penyebaran tidak masif. 80 persen OTG dan 20 persen gejala ringan. Untuk yang positif tetap tenang, melakukan langkah-langkah imunitas seperti latihan mandiri supaya nantinya setelah dinyatakan negatif, kondisi tetap sehat dan bugar,” lanjut Alfan.

Kenyataan tersebut membuat coach Dragan hanya bisa memasukkan 16 pemain tersisa di daftar susunan pemain (DSP). Bahkan PSIS terpaksa harus ‘meminjam’ Alfeandra Dewangga yang seharusnya sudah bergabung di TC Timnas U23.

Baca juga:  Liga 1 Diliburkan, Finansial PSIS Babak Belur

Pelatih asal Serbia itu terpaksa harus menurunkan beberapa pemain tidak di posisi aslinya. Mahesa Jenar kehilangan banyak pemain di sektor sayap dan striker. Pemain-pemain langganan starter, seperti Septian David Maulana, Hari Nur Yulianto, Frendi Saputra, serta dua legiun asing Jonathan Cantillana dan Chevaughn Walsh tidak masuk dalam DSP.

Wahyu Prasetyo yang biasa turun sebagai stopper kemarin tampil di fullback kanan. Menggantikan Taufik Hidayat yang digeser ke winger kanan. Di pos striker tunggal PSIS hanya mengandalkan pemain muda Damas Damar Jati.

Yang luar biasa, Alfeandra Dewangga kemarin tampil di dua posisi, yaitu sebagai fullback kiri dan winger kiri bergantian dengan pemain muda lainnya, Aqsa Saniskara. Di tengah, PSIS masih mengandalkan trio Flavio Beck, Fandi Eko dan Finky Pasamba. Sedangkan M Rio kemarin tampil sebagai starter berdampingan dengan Wallace Costa di pos center back.

Di bangku cadangan, PSIS hanya punya stok dua kiper Aldhila Ray Redondo dan Joko Ribowo serta tiga pemain muda Ahmad Shiya Buddin, Kartika Vedhayanto, dan Achmad Baasith.

Banyaknya pemain muda yang tampil membuat PSIS kesulitan menemukan bentuk permainan mereka di babak pertama. Sebaliknya, Persik Kediri yang masih bisa memasukkan 21 pemain terbaik di DSP mampu menguasai laga dan mencetak peluang-peluang manis meskipun akhirnya harus puas bermain imbang 0-0 di babak pertama.

Baca juga:  Masuk Kawasan Borobudur Rp 50 Ribu, Naik ke Candi Bayar Rp 750 Ribu

Pun begitu di babak kedua. Pemain-pemain rolingan PSIS kesulitan adaptasi dengan posisi baru mereka. Tenaga baru yang dimasukkan coach Dragan, yaitu Ahmad Shiya Buddin, Kartika Vedhayanto, dan Achmad Baasith juga belum mampu mengangkat performa tim.

Sebaliknya, Persik Kediri justru mampu mencetak peluang emas di babak kedua. Beruntung tendangan Fahmi Al Ayyubi dan sundulan Septian Bagaskara masih membentur tiang gawang Jandia Eka Putra. Skor imbang 0-0 bertahan hingga laga usai.

Usai laga, coach Dragan mengakui PSIS menghadapi situasi yang sulit sore kemarin. Absennya sejumlah pilar membuatnya harus bereksperimen untuk menurunkan pemain di berbagai posisi yang berbeda.

“Hari ini (kemarin, Red) hari yang sangat sulit untuk PSIS. Selain itu, Persik Kediri juga sedang dalam tren yang bagus. Namun walaupun pemain minim dan bermain di lapangan becek cukup sulit pemain tampil maksimal,” kata Dragan.

Pihaknya juga membeberkan di laga kemarin, PSIS krisis pemain menyerang. Itulah sebabnya Dragan melakukan eksperimen di bebrapa posisi.

“Seperti contoh untuk Dewangga kita jadikan pemain menyerang, karena dia memiliki shooting yang bagus. Itu eksperimen yang paling logis. Kami juga berterima kasih ke PSSI karena diperbolehkan meminjam Dewangga dari TC Timnas. Kami juga sebenarnya ingin meminta Pratama Arhan dari Timnas, tapi kabarnya dia sedang cedera engkel,” kata Dragan.

Baca juga:  Lawan Persib 26 Oktober, Ini Jadwal Lengkap PSIS di Seri Kedua Liga 1

Sementara head coach Persik Kediri Javier Roca menyayangkan tim asuhanyya gagal mengkonversikan beberapa peluang menjadi gol. Termasuk dua peluang di babak kedua yang diselamatkan tiang gawang Jandia Eka.

“Dua babak permainan sangat berbeda. Babak pertama hujan kami lebih banyak bola atas. Sebenarnya itu bukan ciri khas kami, tapi mau tidak mau karena lapangan jelek. Babak kedua kita kurang beruntung dua peluang kena tiang. Tapi saya sangat menghargai kerja keras pemain. Mereka datang ke Bali untuk bermain bola bukan liburan,” bebernya.

Mantan pemain Persija Jakarta itu juga menyoroti kondisi badai Covid-19 yang menyerang tim-tim kontestan Liga 1.”Memang covid tidak bisa kita hindari. Pelatih harus putar otak gimana semua pemain di peak performa untuk main. Kadang-kadang saya sudah planing, tapi pemain tidak bisa main karena Covid,” tegas Roca.

Atas hasil tersebut, Wallace Costa dkk belum bisa keluar dari hasil minor mengingat di laga sebelunnya PSIS harus puas bermain imbang 0-0 lawan Arema, kalah 2-1 atas Madura United, dan imbang 0-0 lawan Persebaya. (cr1/bas/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya