alexametrics

Kompetisi Belum Jelas, Biaya Operasional Terus Berjalan, CEO PSIS: Ajur Mas!

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Kompetisi Liga 1 yang rencananya digelar akhir Juli 2021 ini, hingga kini masih belum ada kepastian dari PSSI. Kondisi ini semakin membuat PSIS Semarang pusing karena beban biaya operasional yang tinggi.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengaku tidak yakin jika kompetisi bakal digelar akhir Juli 2021 ini. Kasus Covid-19 yang semakin tinggi, bahkan membuat pemerintah melanjutkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai 25 Juli mendatang. “Kondisinya justru masih belum membaik. Ini tentu berpengaruh dalam keputusan kompetisi,” ujarnya.

Yoyok mengaku tidak digelarnya Liga sejak 2020 membuat klub kelimpungan. Tak hanya PSIS, hampir semua klub di Indonesia mengalami hal yang sama. Dengan tak ada kompetisi, otomatis tidak ada lagi pemasukan bagi klub. Sementara biaya operasional terus berjalan dan biayanya tidak sedikit. “Ajur mas, kompetisi tidak ada, berdampak pada semua klub,” ujarnya.

Baca juga:  Alie Sesay, Jonathan Cantillana dan Alfeandra Dewangga Disiapkan Turun Lawan Persis

Meski begitu, pihaknya tetap akan mengikuti semua aturan dari pemerintah. Sebab, pandemi Covid-19 yang masih belum selesai membutuhkan dorongan semua pihak untuk mengatasinya. Pihaknya bahkan mendukung PPKM yang dilakukan pemerintah, untuk menekan angka penyebaran Covid-19. “Sekarang gelombang Covid-19 jelas lebih parah dibandingkan 2020. Gelombang sekarang lebih mematikan,” tambahnya.

Dengan masih belum jelasnya kompetisi, para pemain masih belum dipanggil lagi. Sebab, saat PPKM sebelumnya para pemain diperbolehkan pulang kampung. Mengingat tidak ada kegiatan atau latihan yang digelar selama PPKM berlangsung 5-20 Juli lalu. “Kondisinya masih belum jelas. Para pemain terus memantau dan menunggu kabar,” ucapnya.

Selama libur latihan, manajemen tetap memantau perkembangan para pemain. Mereka tetap harus menggelar latihan sendiri secara mandiri di rumah masing-masing. Tujuannya agar kondisi tubuh pemain tetap terjaga dan siap ketika kompetisi nantinya digelar. “Pemain sebenarnya sudah siap, bahkan sempat latihan beberapa bulan. Tapi ya karena kondisi semakin parah, akhirnya diliburkan dan mereka tetap latihan mandiri,” tambahnya. (fth/ida)

Baca juga:  PSIS Fokus Genjot Fisik dan Taktik

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya