Anggaran Membengkak, PSIS Berharap Skema Alernatif

354
PSIS Semarang tengah mempertimbangkan opsi kelanjutan liga 1 tanpa penonton sebelum memutuskan setuju atau tidak dengan usulan PSSI. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang menginginkan skema alternatif jika Liga 1 kembali bergulir September mendatang. Pasalnya opsi tanpa penonton yang ditawarkan PSSI dirasa bukan solusi terbaik bagi seluruh tim anggota.

CEO PSIS Semarang Alamsyah Satyanegara Sukawijaya menuturkan, banyak kendala yang akan dihadapi jika Liga menggunakan opsi tanpa penonton. Salah satunya dari segi finansial. Tim peserta terancam kehilangan pendapatan yang besar dari tiket pertandingan jika skema diterapkan. Hal tersebut tentu sangat merugikan. Mengingat semua tim hampir pasti bertumpu pada sektor tersebut. Termasuk PSIS Semarang. Yang notabene memperoleh pemasukan hampir 70 persen dari sana.

“Memang masih ada anggaran dari hak komersial LIB dan sponsor. Tapi jumlahnya tidak mencukupi. Sudah bisa dipastikan kalau seperti itu kemampuan tim akan turun,” ujar pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.

Pihaknya menambahkan hal tersebut semakin diperparah dengan pengeluaran tim. Pasalnya secara otomatis pihaknya akan kembali membayar gaji pemain secara penuh jika liga dilanjutkan. Belum lagi membayar sumber daya manusia yang ada, perawatan sarana dan prasana serta masih banyak lainnya. Pengeluaran tersebut tidak sebanding dengan pemasukan yang ada. Dan tentu sangat memberatkan tim anggota. “Bisa remuk keuangan tim kalau seperti itu,” tandasnya.

Maka dari itu pihaknya meminta PSSI memberi alternatif lain terkait kompetisi. Sehingga ada solusi yang baik untuk kedua belah pihak. Pihaknya juga tidak menginginkan Liga 1 yang seharusnya kembali membawa semangat rakyat Indonesia justru malah membebani dan merugikan bagi tim anggotanya. Begitupun sebaliknya.

“Jadi kita tunggu PSSI saja. Saya pikir mereka pasti juga paham kondisi saat ini. Saya harap solusi yang diberikan dapat memberi kebaikan bersama,” pungkasnya.

Sementara itu PSIS sendiri belum membicarakan terkait kelanjutan liga kepada para pemain. Sang wakil kapten, Hari Nur Yulianto mengaku belum berkomunikasi dengan pihak manajemen terkait hal tersebut. Dirinya pun memaklumi. Saat ini pihak klub pasti belum dapat memutuskan sesuatu. Mengingat belum adanya keputusan resmi dari PSSI terkait kelanjutan Liga.

“Kami sebagai pemain belum dapat berspekulasi. Kita tunggu saja putusan resmi dulu dari PSSI baru nanti dibicarakan lagi dengan pihak manajemen,” ujarnya. (akm/zal/bas)





Tinggalkan Balasan