Jika Liga 1 Digelar September, Idealnya Juli Sudah Harus Latihan

Staf Pelatih PSIS usulkan latihan kembali bulan Juli jika Liga 1 dipastikan digelar September. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Nasib Liga 1 memang belum jelas. Namun tim pelatih PSIS Semarang telah merancang skema latihan. Jika kompetisi berjalan kembali bulan September.

Asisten PSIS Semarang Imran Nahumarury menuturkan, idealnya PSIS membutuhkan waktu satu bulan sebelum kompetisi dimulai kembali. Jika ternyata benar September, maka Hari Nur CS wajib berkumpul kembali mulai akhir Juli atau awal Agustus. Nantinya mereka perlu mengikuti kembali program latihan intensif secara bersama-sama. Agar dapat menumbuhkan kekompakan dan kerja sama yang sempat tergerus saat berlatih di rumah akibat pandemi korona.

“Kalau kompetisi mulai lagi kita harus start dari awal. Tidal boleh melanjutkan program latihan di rumah kemarin,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tiap pemain pasti berbeda. Tidak dipungkiri semua anak asuhnya menjalankan program latihan mandiri yang telah dibuat. Hasil kondisi kebugarannya pun ada yang baik ada yang tidak. Untuk menyeragamkan kondisi mereka, perlu mengulang semua progran latihan dari awal kembali.

“Tapi saya rasa meskipun hanya sebulan, kita bisa  menjalin kerja sama dan kebugaran tim. Karena sebelumnya pada awal musim pun kita hanya diberi waktu satu bulan dan nyatanya kita bisa kompak. Dan menepati posisi kelima,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic. Pria asal Serbia itu setuju jika latihan dimulai kembali Juli mendatang. Pihaknya akan mengusulkan hal tersebut kepada manajemen segera setelah keputusan PSSI keluar. Sehingga ia dapat merancang skema. Guna mempersiapkan tim jauh-jauh hari sebelum kick off dimulai.

“Idealnya Juli. Cuma kalau memang perlu dipercepat ya kenapa tidak. Yang terpenting jelas dulu dimulai kapan,” ujarnya.

Nantinya saat berkumpul kembali hal pertama yang akan ia lakukan adalah mengecek kesehatan anak asuhnya. Jika ternyata kondisi kebugaran mereka buruk maka ia tidak segan-segan menerapkan latihan yang keras. Baik fisik maupun teknik. Agar kondisi mereka dapat berangsur normal. (akm/zal/bas)





Tinggalkan Balasan