Dragan Tak Persoalkan Liga 1 Digelar September

270
Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic setuju Liga 1 dilanjutkan pada September mendatang. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Jajaran pelatih dan pemain PSIS Semarang menyambut baik Liga 1 digelar kembali September mendatang. Hal tersebut didapat setelah PSSI menawarkan opsi tersebut kepada seluruh tim anggota pada rapat virtual lanjutan, Selasa (2/6/2020) sore.

Pelatih PSIS Dragan Djukanovic mengaku sangat mengapresiasi usulan tersebut. Daripada menghentikan kompetisi, ia lebih memilih kompetisi dapat dilanjutkan. Meskipun waktu pelaksanaanya mengalami kemunduran. Baginya hal tersebut justru dapat memberikan dampak positif. Khususnya bagi pelaku yang berkecimpung dalam sepakbola Indonesia. “Saya pikir ide tersebut bagus. Saya sangat mendukung jika Liga dapat digelar kembali September mendatang,” ujarnya.

Hal yang sama pun disampaikan gelandang PSIS Semarang Finky Pasamba dan Jonathan Cantillana. Mereka mengaku sudah tidak sabar kembali ke tim dan berlatih bersama. Selama ini mereka hanya berlatih secara mandiri dari rumah masing-masing. Jonathan tetap di Semarang karena menunggui istri yang melahirkan. Sedangkan Finky sudah pulang ke kampung halamannya di Ambon, Maluku sejak kompetisi berhenti Maret lalu. “Saya sudah tidak sabar kembali ke Semarang. Sudah kangen bermain lagi. Semoga saja ide tersebut terealisasi,” kata Finky.

Sementara itu CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi mengakui usulan tersebut memang digulirkan oleh Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Hal tersebut diambil dengan pertimbangan sebagai langkah persiapan bagi Timnas U-20 untuk mempersiapkan diri menjalani Piala Dunia U-20 di Indonesia nanti. Hanya saja terkait keputusan, pengurus klub peserta liga belum menentukan sikap mereka.

Sedangkan untuk PSIS, Yoyok mengaku akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan internal dan para suporter. Karena bagaimanapun itu semua untuk kepentingan bersama. “Kita perlu dengar juga gimana pendapat suporter soal format liga yang diusulkan dalam rapat virtual tersebut. Baru setelah itu kita bisa menentukan sikap setuju atau menolak gagasan itu,” jelasnya. (akm/ton/bas)





Tinggalkan Balasan