Jika Liga 1 Berhenti, PSIS Usulkan Turnamen Dua Wilayah

PSIS Semarang mengusulan turnamen pengganti dengan format dua wilayah. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang mengusulkan turnamen dua wilayah jika nantinya Liga 1 jika memang berhenti secara permanen.

General Manajer PSIS Semarang Wahyu ‘Liluk’ Winarto mengatakan, banyak dampak yang timbul jika liga memang benar benar berhenti. Seperti halnya dengan kesejahteraan pemain, pelatih dan stakeholder sepak bola. Yang notabene mengantungkan hidup dari kompetisi liga Indonesia. Maka dari itu untuk mencegah tidak jelasnya nasib mereka, pihaknya menyarankan adanya kompetisi pengganti. Salah satunya dengan format home tournament. Di mana membagi kompetisi menjadi dua wilayah.

“Hal ini semata-mata agar roda perekonomian di industri sepak bola dapat berputar kembali. Kasihan juga kalau nasibnya tidak jelas karena liga dihentikan permanen,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan dalam format yang diusulkan tersebut, seluruh klub anggota Liga 1 akan dibagi dua berdasarkan zona wilayah. Yakni Barat dan Timur. Untuk tim dari wilayah barat Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa bisa mengikuti wilayah barat. Begitu pun sebaliknya dengan tim dari timur Indonesia. Nantinya masing-masing wilayah dapat terbagi kembali dalam beberapa grup. Sehingga semua tim dapat bertemu dengan satu sama lain.

“Jadi tidak menggunakan sistem gugur. Kasihan juga baru sekali main kalah langsung gugur. Lebih adil jika ada grup. Jadi pakai klasemen dan bisa main dan bertemu dengan semua tim anggota,” lanjutnya.

Meski begitu, pihaknya mengaku tetap menyarankan keputusan akhir kepada PSSI. Pasalnya jika memang ternyata kompetisi justru dilanjutkan. Setidaknya mereka harus memiliki formula tepat.

Sementara itu, CEO PSIS Alamsyah Satyanegara Sukawijaya (Yoyok Sukawi) menuturkan keputusan nasib Liga 1 di Indonesia sendiri masih menunggu pemerintah pusat terkait masa darurat covid-19. Jika ternyata diperpanjang setelah 29 Mei, maka PSSI sebagai induk faderasi sepak bola Indonesia akan menentukan kelanjutan nasib kompetisi di Indonesia. Apakah dihentikan secara permanen atau menggelar kompetisi pengganti. Atau justru berjalan normal hanya saja kembali diundur hingga keadaan membaik.

“Sebagai contoh Liga di negara lain seperti Jerman sudah kembali berjalan sejak 15 Mei lalu. Namun dengan aturan ketat. Thailand dan Malaysia rencanya digelar September mendatang. Singapura pertengahan Juli. Amerika kemungkinan besar Juni. Nah kalau Hongkong dan Italia lah yang sampai saat ini belum ada keputusan resmi. Sama halnya di Indonesia,” pungkasnya. (akm/zal/bas)

 





Tinggalkan Balasan