Pemain PSIS Sepakat Bertahan Meski Liga Bubar

462
Manajemen PSIS berhasil mengamankan kontrak jangka panjang bagi para pemain dan pelatih musim depan. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – PSIS Semarang berhasil mengamankan 99 persen pemainnya untuk musim depan. Langkah tersebut untuk mengantisipasi perpindahan pemain besar-besaran jika Liga 1 berhenti total.

CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menuturkan penghentian kompetisi memang memberi pengaruh pada berbagai sektor. Mulai dari keuangan tim hingga kontrak pemain. Dan perubahan kontrak lah yang dapat menjadi celah perpindahan pemain ke klub lainnya musim depan.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, pihaknya telah mengamankan kontrak jangka panjang. Sehingga komposisi skuad Mahesa Jenar musim 2021 masih sama dari sebelumnya.”Semua kontrak sudah beres. Jadi kalau kompetisi berhenti pun komposisi pemain kita aman untuk musim depan,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan tidak hanya pemain, kontrak staf pelatih juga tak luput dari perhatian. Ia menilai tim pelatih yang dipimpin Dragan Djukanovic saat ini mampu membawa PSIS lebih baik. Terbukti Wallace Costa dkk mampu bertengger di posisi lima klasemen sementara Liga 1 musim 2020.

Guna melanjutkan tren positif tersebut, pihaknya mengambil langkah cepat dengan mengamankan seluruh elemen tim. Agar tetap solid musim depan.”Dragan, Zarko, staf pelatih dan pemain lokal yang penting bagi kita juga sudah aman,” lanjutnya.

Terkait kemungkinan penghentian permanen kompetisi, pihaknya berencana memulangkan seluruh tim. Termasuk para legiun asing. Mereka dapat kembali ke negara masing-masing sembari menunggu kelanjutan liga musim depan.”Nanti kalau sudah ada kejelasan dan kondisi telah membaik barulah kita berkumpul kembali di Semarang,” pungkasnya.

Sementara itu, pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic sendiri saat ini masih tertahan di Semarang. Pelatih 50 tahun ini belum dapat kembali ke Serbia akibat ditutupnya bandara yang ada akibat pandemi.

Meskipun begitu jika kompetisi berhenti permanen, dirinya mengaku memilih pulang kampung terlebih dahulu. Sembari terus memantau perkembangan sepakbola Indonesia dari jauh. Dirinya herharap sebelum keputusan tersebut diambil, kondisi saat ini dapat membaik. Dan Liga 1 dapat berjalan kembali.”Saya akan tunggu keputusan dulu dari faderasi. Maksimal sebelum Juni kalau memang berhenti total saya akan kembali ke Serbia,” pungkasnya. (akm/bas)

 





Tinggalkan Balasan