Tak Kendurkan Latihan Selama Ramadan

538
Para pemain PSIS tetap menjalani program latihan mandiri selama bulan Ramadan di rumah masing-masing. (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Manajemen PSIS Semarang membuat pedoman latihan mandiri  selama bulan Ramadan. Hal tersebut untuk mengakomodasi kondisi para pemain muslim selama menjalani ibadah puasa.

Ketua Dokter Tim PSIS, Alfan Nur Asyar menuturkan mayoritas pemain PSIS beragama muslim. Maka dari itu pihaknya berinisiatif menbuat pola latihan baru. Yakni dengan menentukan waktu tertentu seperti satu hingga satu setangah jam sebelum berbuka atau setelah tarawih.

Meskipun hasilnya tidak maksimal dibanding hari biasa, namun hal tersebut dapat menjaga kebugaran pemain selama menjalankan ibadah puasa.”Memang ada plus minus. Kalau sebelum berbuka kan kadar glokusa rendah. Jadi bisa mual dan pusing. Tapi kalau habis tarawih takutnya menggangu siklus tidur pemain,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan jika siklus tidur terganggu, bukan tidak mungkin akan berpengaruh pada kondisi kesehatan Hari Nur dkk selama Ramadan. Maka dari itu ia meminta para pemain dapat bijak menentukan waktu latihan.

Sehingga program latihan dapat semakin meningkatkan kebugaran mereka. Bukan malah sebaliknya. Tak lupa ia mengingatkan anak asuh Dragan Djukanovic agar tetap menjalankan protokol kesehatan selama latihan dan memperhatikan pola makan. Dengan mengkonsumsi makanan bergizi agar dapat terus menyeimbangkan berat badan mereka.”Jangan lupa setiap sahur minum air yang banyak. Agar tubuh selalu terhidrasi dan tidak lemas saat puasa,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Asisten Pelatih PSIS Semarang, Imran Nahumarury. Meskipun memasuki bulan Ramadan, staf pelatih tetap menerapkan latihan mandiri seperti sebelumnya. Hanya saja pihaknya telah berkoordinasi dengan dokter tim untuk merancang program latihan yang disesuaikan dengan kondisi pemain saat berpuasa.”Tiap minggu kita tetap mengirim program latihan ke mereka. Setelah itu pemain wajib melaporkan program mereka ke pelatih setiap harinya. Jadi tidak ada perubahan,” ujarnya.

Walaupun saat ini kepastian nasib kompetisi belum menemui titik terang, ia tetap meminta anak asuhnya tetap mematuhi program latihan tersebut. Sehingga kondisi fisik mereka dapat stabil. Dan siap menghadapi segala kemungkinan yang terjadi kedepan.”Mau lanjut atau tidak, mau ada turnamen lain atau tidak yang penting para pemain dalam kondisi siap,” pungkasnya. (akm/bas)

 





Tinggalkan Balasan