Dragan Kesulitan Pantau Kondisi Pemain PSIS

380
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic mengaku kesulitan pantau program latihan mandiri para pemainnya. (Baskoro Septiadi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Sudah dua minggu PSIS Semarang meliburkan aktivitas tim. Selama itu pula pemain wajib menjalani latihan mandiri. Namun sang Pelatih, Dragan Djukanovic mengaku kesulitan memantau program latihan tersebut.

Pelatih asal Montenegro ini menuturkan, klub memang mewajibkan pemain mengirim video latihan mandiri masing-masing. Namun dalam pelaksanaannya tidak semua pemain mengirimkan video mereka. Imbasnya ia kesulitan memonitor kondisi Wallace Costa CS selama masa libur tersebut.”Ya memang mereka mengirimkan video, tapi tidak semuanya. Jadi bagaimana saya mengetahui mereka latihan atau tidak,” ujarnya.

Meskipun begitu ia tetap meyakini anak asuhnya dapat tertib terhadap kebijakan klub. Karena bagaimanapun sebagai pemain profesional, mereka pasti mengerti bahwa latihan sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh dan kebugaran.

Dirinya mengaku akan menerapkan program latihan dari nol jika latihan kembali digelar. Dan secara bertahap ia akan mulai mengembalikan performa tim selama periode 35 sampai 40 hari sebelum kompetisi dimulai kembali.”Mereka sudah libur sangat lama dari latihan serius. Maka dari itu nanti harus mulai dari awal lagi,” lanjutnya.

Sementara itu General Manager PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto menuturkan akan memberi sanksi tegas bagi pemain yang tidak menjalankan program latihan. Pihaknya mengaku telah mengantisipasi dengan menimbang berat badan seluruh pemain sebelum masa libur diberikan.

Dan akan mengukur kembali ketika aktivitas tim mulai berjalan normal.”Ya kalau berat badannya naik kan bisa dipastikan dia tidak latihan dengan sungguh-sungguh. Ya siap-siap saja di sanksi,” ujarnya.

Dirinya menambahkan hingga saat ini para pemain lokal masih berada di kampung halaman masing-masing. Sedangkan legiun asing memilih menjalani karantina di Semarang. Daripada kembali ke negara masing-masing. Dan memiliki resiko tertular korona lebih tinggi.

“Dragan juga masih di Semarang. Cuma Flavio yang sampai sekarang masih di Kroasia karena tidak boleh terbang ke Indonesia akibat korona,” pungkasnya. (akm/bas)

 





Tinggalkan Balasan