Mahesa Jenar Sukses Jinakkan Singo Edan

454
Hari Nur Yulianto dan Bruno Silva menjadi pahlawan kemenangan PSIS atas Arema (14/3/2020). (Foto: PSIS FC OFFICAL)

RADARSEMARANG.ID, Magelang – PSIS Semarang akhirnya sukses mewujudkan ambisi mereka untuk meraih poin penuh di laga kandang perdana. Menjamu Arema FC di Stadion Moch Soebroto Magelang Sabtu (14/3/2020) sore, tim berjuluk Mahesa Jenar sukses menang 2-0 atas tim Singo Edan.

Dua gol kemenangan tuan rumah disumbangkan Hari Nur Yulianto di menit ke-45 dan Bruno Silva di menit ke-47. Catatan tersebut juga semakin mengokohkan keduanya sebagai duet pemain paling berbahaya di pentas Liga 1 musim ini.

Absennya Safrudin Tahar karena hukuman kartu di laga sebelumnya membuat pelatih Dragan Djukanovic sedikit membongkar komposisi lini belakang. Frendi Saputra turun di pos bek sayap kiri, sedangkan Abdul Rahman Abanda turun di pos center bek menggantikan peran M Rio Saputro.

Mahesa Jenar sebenarnya mengawali laga sore kemarin dengan permainan yang kurang meyakinkan. Di 20 menit pertama bahkan tuan rumah belum mampu menciptakan peluang yang berarti. Sebaliknya, Arema FC mampu tampil dominan dengan permainan cepat mereka yang sukses membuat Mahesa Jenar semakin gagal berkembang.

Beruntung PSIS memiliki pemain tengah yang cukup agresif. Trio Jonathan Cantillana, Flavio Beck dan Finky Pasamba sukses memutus alur serangan Arema yang dibangun Oh In Kyun, Hendro Siswanto dan Jonathan Bauman.

Finky bertugas merusak dominasi lini tengah Arema sedangkan Jonathan dan Flavio memiliki peran mengalirkan bola kepada dua winger Hari Nur Yulianto dan Septian David maupun ke striker tunggal, Bruno Silva.

Kondisi tersebut membuat PSIS mulai bangkit dan menyusun skema serangan dengan baik. Hasilnya, Hari Nur Yulianto sukses membawa PSIS menutup babak pertama dengan kemenangan 1-0 melalui sundulan kepalannya setelah memanfaatkan umpan silang Frendi Saputro.

Unggul satu gol membuat PSIS cukup percaya diri menatap babak kedua. Bahkan Wallace Costa CS hanya butuh waktu dua menit setelah kick off untuk menambah keunggulan menjadi 2-0 melalui gol Bruno Silva. Pemain bernomor punggung 91 itu sukses memanfaatkan bola rebound setelah sebelumnya sepakan Septian David Maulana gagal dibendung dengan baik oleh kiper Teguh Amiruddin.

Unggul 2-0 membuat Mahesa Jenar semakin bernafsu menundukkan Singo Edan. Beberapa peluang emas mampu diciptakan PSIS salah satunya melalui tendangan bebas Jonathan Cantillana yang masih bisa di blok oleh Teguh Amiruddin.

Tensi pertandingan yang cukup tinggi membuat kedua tim harus berlaga dengan 10 pemain di menit ke-67 setelah Finky Pasamba dan Jonathan Bauman diusir wasit Fariq Hitaba dengan kartu kuning kedua karena dianggap terlibat friksi.

Bermain dengan 10 pemain membuat PSIS membutuhkan tenaga ekstra untuk menambah keunggulan. Coach Dragan Djukanovic memasukkan sejumlah tenaga baru yaitu Komarudin, dan Eka Febri serta Alfeandra Dewangga menggantikan Frendi Saputra yang cidera.

Kemudian di kubu Singo Edan, coach Mario Gomez juga menyuntik timnya dengan tenaga baru dengan harapan bias memperkecil ketinggalan. Tiga nama yaitu M Rafli, Dave Mustaine dan Ellias Elderete dimasukkan oleh pelatih asal Argentina itu.

Pertandingan sempat terhenti di masa injury time babak kedua karena terjadi keributan antarsuporter yang memaksa wasit Fariq Hitaba mengakhiri laga satu menit lebih cepat untuk keunggulan 2-0 PSIS atas Arema FC.

Pelatih PSIS Semarang, Drgan Djukanovic mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih timnya. Meskipun melakoni laga yang sulit, anak asuhnya mampu untuk keluar dari tekanan dan meraih kemenangan. “Meskipun pada babak pertama taktik kita tidak berjalan baik, namun babak kedua lambat laun performa kita membaik,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Arema FC, Mario Gomez menuturkan timnya bermain baik pada babak pertama. Namun dengan adanya gol di penghujung laga pertama dan awal babak kedua, membuat timnya sulit untuk bangkit.

“Saya tetap mengapresiasi anak-anak yang tetap berjuang meskipun hanya main 10 orang. Saya rasa mereka telah memberikan performa yang terbaik meskipun hasilnya kurang baik,” ujarnya. (akm/bas)

Tinggalkan Balasan