Antisipasi Korona, Suhu Tubuh Suporter akan Dicek

Manajemen PSIS Semarang siap mengecek suhu tubuh penonton yang menyaksikan laga PSIS VS Arema di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (14/3/2020). (Baskoro Septiadi/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Manajemen PSIS Semarang berencana menerapkan pemeriksaan suhu tubuh pada partai lanjutan Liga 1 2020 yang mempertemukan PSIS dengan Arema di Stadion Moch Soebroto, Sabtu (14/3/2020). Hal tersebut sebagai salah satu upaya antisipasi penyebaran virus korona pada laga bertajuk big match tersebut.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menuturkan. Kementerian Pemuda dan Olahraga telah melakukan pertemuan dengan PSSI guna membahas pengaruh korona terhadap jadwal tanding Liga 1. Namun untuk sementara kesepakatan yang tercapai belum sampai dilakukan pembatalan atau larangan penyelenggaraan pertandingan. Meskipun begitu, pihaknya tidak ingin mengambil risiko. Manajemen PSIS tetap menginginkan adanya prosedur preventif yang dapat mencegah para pemainnya tertular virus tersebut.

“Memang semua pertandingan berjalan normal. Namun kita tetap antisipasi dengan melakukan pengecekan suhu tubuh kepada suporter yang menonton laga kandang perdana kita besok,” ujarnya Kamis (12/3/2020).

Manajemen akan bekerja sama dengan Charlie Hospital untuk penyelenggaraan pemeriksaan tersebut. Terkait teknis pelaksanaannya, ia tengah melalukan koordinasi dengan rumah sakit yang bersangkutan. Sehingga dapat lancar dan terkendali. Charlie Hospital merupakan salah satu sponsor yang mendukung Wallace Costa cs saat berlaga di Liga 1 musim ini.

“Kalau terkait nanti di tiap pintu masuk akan diperiksa atau tidak, kami akan koordinasikan dengan RS Charlie dulu yang memang akan menangani hal tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Tim Medical Department PSIS Semarang dr Alfan Nur Asyhar menuturkan pihaknya telah menyiapkan cara menghindarkan para pemainnya dari virus korona. Salah satunya dengan memberi edukasi terkait apa itu virus tersebut dan bagaimana pencegahannya. Termasuk di dalamnya memberikan masker dan hand sanitizer serta menjaga pola hidup sehat bagi timnya. Ia mengaku sedikit lega sebab beberapa pemainnya telah sadar dan peduli untuk pro aktif mencari dan memahami bagaimana melindungi diri dari virus tersebut.

“Sebagian anak-anak sudah mencari sendiri informasi mengenai apa virus itu dan bagaimana pencegahannya. Jadi sedikit banyak mereka tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya.

Tak lupa untuk laga melawan Arema, pihaknya meminta panitia pelaksana pertandingan dapat memberikan jarak bagi para pemainnya agar tidak kontak langsung dengan khalayak ramai. Salah satunya dengan membentuk barikade saat masuk dan keluarnya pemain dari stadion menuju bis yang disediakan tim.

“Kalau bisa keluar bench kita batasi masyarakat untuk menyentuh dan mendekat ke pemain. Lainnya para pemain harus lebih cepat baik saat masuk atau keluar bis saat menjalani pertandingan,” jelasnya. (akm/ton/bas)

Tinggalkan Balasan