Pagi Genjot Fisik, Sore Taktik

215
KEBUT PERSIAPAN: Hari Nur Yulianto (kiri) berjibaku dengan Komarudin dalam latihan di Stadion Citarum Semarang Pagi (31/1) kemarin.(BASKORO SEPTIADI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEBUT PERSIAPAN: Hari Nur Yulianto (kiri) berjibaku dengan Komarudin dalam latihan di Stadion Citarum Semarang Pagi (31/1) kemarin.(BASKORO SEPTIADI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Head coach PSIS Semarang Dragan Djukanovic bakal mengebut persiapan fisik dan taktik timnya di waktu persiapan yang mepet saat ini. Pelatih asal Motenegro tersebut mengaku telah menyiapkan program latihan bagi Hari Nur CS.

Setiap minggunya program tersebut akan semakin berat sejalan dengan waktu kickoff Liga 1 yang semakin dekat. Pada minggu pertama dirinya akan menerapkan latihan fisik kombinasi. Dan pada minggu kedua pihaknya akan menambah porsi latihan dengan menambahkan fitness untuk semakin memperkuat fisik pemain.

“Kami tentunya akan mempersiapkan fisik dan teknik bersamaan khususnya di latihan pagi kami fokus fisik, sore taktik. Karena tim butuh kekuatan yang besar, maka dari itu kita telah menyiapkan program latihan untuk tiga minggu kedepan. Tentu saja semua itu untuk membuat tim siap saat kompetisi di mulai,” ujarnya.
Meskipun fokus pada penguatan fisik, pihaknya tak lupa untuk terus mematangkan taktik. Dalam setiap hari pihaknya akan menggelar dua kali latihan. Latihan pagi untuk fisik dan sore untuk taktik. Nantinya pada latihan taktik tersebut, pihaknya akan mencoba berbagai formasi hingga akhirnya menemukan ramuan yang tepat untuk digunakan musim depan.

“Sepanjang pra musim ini baik latihan dan ujicoba akan kita gunakan untuk mencoba berbagai formasi. Saat ini saya kira ada dua formasi yang akan saya terapkan. Tapi untuk apanya masih rahasia,” lanjutnya,

Sementara itu, terkait dengan laga pra musim yang semula direncanakan tiga kali akhirnya hanya dilaksanakan dua kali. CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi menuturkan dua laga tersebut antara lain yakni melawan Persik Kendal pada Minggu (6/2) mendatang di Lapangan Kebon Dalem. Sedangkan laga berikutnya pihaknya mengaku belum dapat memutuskan. Hal tersebut dikarenakan masih belum adanya kesepakatan mengenai lokasi tempat bertanding.

“Kami masih bingung sebab pada uji coba kedua kita sekalian lauching tim. Jadi pasti suporter yang datang banyak. Kita takut di Semarang tidak muat, di Kendal juga sama. Kalau di Magelang kejauhan,” ujarnya sambil tertawa.

Pihaknya saat ini tengah berdiskusi dengan timnya terkait permasalahan tersebut. Termasuk didalamnya kemungkinan penggunaan Stadion Citarum. Perlu diketahui PSIS sudah mendaftarkan stadion tersebut sebagai hombase ke PT Liga Indonesia Baru. Hanya saja belum dilakukan verifikasi. Mengingat masih perlu adanya perbaikan dan penambahan fasilitas sebelum liga 1 dimulai.“Yang penting kita daftarkan dulu. Sebab kalau bulan ini kita tidak daftar berarti kita tidak punya hombase. Sedangkan verifikasi nanti bisa menyusul,” pungkasnya. (akm/bas)

Tinggalkan Balasan