Banur Pilih Mundur, Jika Manajemen PSIS Lakukan Ini

156

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – PSIS Semarang memiliki nahkoda baru musim depan. Dragan Djukanovic yang belakangan santer diberitakan menggantikan Bambang Nurdiansyah resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala, Rabu (1/1) kemarin. Sebelumnya, Dragan sempat mendampingi Banur –sapaan Bambang Nurdiansyah– menjadi Direktur Teknik PSIS. Namun menghadapi musim depan, manajemen Mahesa Jenar ingin adanya perubahan gaya bermain. Maka keputusan tersebut diambil.

CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi menuturkan, Dragan memang akan menjadi arsitek baru timnya. Ia mengaku terkesan dengan visi bermain yang dipresentasikan oleh pelatih berkebangsaan Montenegro tersebut.

“Saya juga menilai Dragan mampu memberi perubahan positif dalam tim setelah masuk ke tim kepelatihan beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Selain mengubah pelatih kepala, Yoyok juga merombak susunan official tim seperti asisten pelatih dan tim kesehatan. Pihaknya berencana membentuk divisi khusus kesehatan dan kebugaran pemain. Di dalam devisi tersebut ada tim dokter dan tim fisioterapi yang secara khusus diberikan peralatan kesehatan komplit. “Nantinya divisi khusus tersebut bertugas menjaga kesehatan dan kebugaran pemain menghadapi musim yang panjang tahun depan,” lanjutnya.

Terkait dengan nasib Bambang Nurdiansyah, pihaknya mengaku belum dapat memberikan keputusan. Apakah akan menjadi direktur teknik atau diberhentikan. Pihaknya masih akan melakukan rapat manajemen guna memutuskan hal tersebut. “Banur jadi Dirtek atau tidak, belum kita putuskan. Tunggu rapat dulu,” katanya.

Pelatih PSIS sebelumnya, Bambang Nurdiansyah mengaku telah mendengar kabar perubahan posisinya. Meski begitu dirinya mengaku tidak nyaman jika nantinya menjadi direktur teknik. Sebab, dirinya mendengar sang pelatih baru akan membawa asisten sendiri dan tidak melibatkan namanya dalam kerja tim musim depan. Sehingga dirinya merasa kurang berfungsi dalam tim.

“Bayangkan meskipun saya Dirtek tapi pelatih bawa asisten sendiri tentu dia akan diskusi dengan asistennya. Bukan dengan saya. Nah fungsi saya terus apa?” ujarnya.

Dirinya bersedia menerima posisi tersebut jika sistemnya seperti musim lalu, di mana ia memberi bantuan kepada pelatih. Namun jika hanya duduk manis dan digaji, namun tidak dapat memberikan kontribusi, pria 59 tahun lebih ini memilih mundur. Ia akan mencari tim lain untuk dapat berkarya dan mengimplementasi ilmu yang dimiliki.

“Menolak bukan karena apa, tapi kalau memang komposisinya saya tidak dilibatkan dalam tim, saya tidak mau. Lebih baik saya mencoba karir di tempat lain,” lanjutnya.

Ia mengaku sudah ada beberapa tim dari Liga 1 dan Liga 2 yang berminat merekrutnya. Meskipun begitu dirinya saat ini tengah menikmati masa jeda kompetisi dan akan mengisi kursus Kepelatihan AFC. Baru setelah itu fokus memutuskan masa depan.

“Santai dulu. Saya masih menikmati hobi otomotif. Nanti setelah semua clear, baru saya fokus negosiasi dengan tim baru jika memang ada yang melamar,” katanya. (akm/aro)