alexametrics

1.482 Pebulutangkis Turun di Ajang Akmil Open 2021

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang — Kejuaraan bulutangkis Akmil Open 2021 resmi digelar 28 Oktober-7 November. Ajang yang memperebutkan total hadiah Rp 270 juta itu digelar terbatas dan diikuti sebanyak 1.482 atlet.

Pertandingan berlangsung di dua tempat berbeda yaitu GOR Djarum Magelang dan GOR Soeroto Akmil Magelang. Sementara kategori yang dipertandingan terbagi dalam beberapa kelompok umur. Total ada 26 gelar juara yang akan diperebutkan.

Ketua Panitia Pelaksana Lius Pongoh menyebutkan, nomor tunggal putra dan putri mempunyai pembagian umur terbanyak. Kedua nomor ini akan mempertandingkan kelompok umur U-11 (usia dini), U-13 (anak-anak), U-15 (pemula), U-17 (remaja), U-19 (taruna), dan kelompok dewasa. Sedangkan untuk nomor ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran, hanya mempertandingkan kelompok umur U-15 (pemula), U-17 (remaja), U-19 (taruna), dan kelompok dewasa. “Untuk kategori dewasa, tidak ada batasan usia bagi yang ingin mengikutinya,” jelasnya.

Baca juga:  Segarnya Es Semanggi yang Melegenda

Gubernur Akmil Mayor Jenderal TNI Candra Wijaya mengakui, bahwa bulutangkis adalah olahraga yang dicintai masyarakat dan telah membawa nama harum Indonesia di kancah internasional. Seperti di kejuaraan All England, Thomas and Uber Cup, kejuaraan dunia, dan olimpiade. Dia berharap, Akmil Open 2021 ini mampu menggairahkan olahraga bulutangkis. Serta mewadahi atlet-atlet muda berbakat sebagai kandidat atlet nasional yang mendunia.

Semetara di kelompok tunggal putra U-11, Rajendra Daffa Al Basith berhasil mengantongi tiket ke babak tiga.

Membawa bendera klub Mandala Badminton Club Jayapura, Rajendra berhasil mengalahkan Muhammad Rizky, atlet binaan Sekolah Bulutangkis Ivana Bandung. Pertandingan  ditutup dengan skor 21-15, 21-16. Ia cukup puas dengan hasil ini.

Baca juga:  Triathlon Berharap Masuk Anggota KONI

“Lawannya bagus. Tapi saya main fokus dan seperti biasanya,” kata dia usai pertandingannya, di GOR Djarum Magelang, Jumat, (29/10/2021).

Rajendra masih berjuang untuk mengejar mimpinya menjadi pemain bulutangkis nasional yang mendunia. Setelah berlatih di Jayapura, ia kemudian merantau ke Pulau Jawa untuk berlatif intensif di klub PMS Solo. Sementara orangtuanya masih bertugas di tanah Papua.

“Saya ingin membahagiakan bapak dan ibu, dengan jadi pemain bulutangkis kelas dunia,” ungkapnya.

Selanjutnya di babak tiga, Rajendra akan berhadapan dengan Anandirga Triadi, Exist Badminton Club. (put/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya