alexametrics


Atlet Paralayang Relaksasi sebelum Bertarung di PON Papua

Rekomendasi

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Dua minggu sebelum keberangkatan ke Papua, atlet paralayang Jateng melakukan refreshing atau relaksasi. Seperti latihan menembak di Kodam Semarang dan sebagian diperbolehkan untuk pulang ke daerah masing-masing.

Hal tersebut dilakukan untuk membuat rileks atlet. Pasalnya sepanjang April sampai September rutin melakukan latihan tersentrali di beberapa tempat. Yakni Karanganyar, Wonogiri, dan Kabupaten Semarang.

“Psikis itulah yang penting sekali diperhatikan,” kata Asisten Pelatih Paralayang Jateng Nanang Indardi kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (11/9/2021).

Walaupun diperbolehkan pulang, pihaknya tetap mewanti-wanti kepada para atlet agar selalu menjaga kebugaran tubuh dan jangan sampai terjangkit Covid-19. Nantinya atlet akan dipanggil kembali ke Semarang pada 19 September untuk berangkat ke Papua.

Diakuinya, persiapan tim paralayang sudah matang. Mereka beberapa kali sudah menjalani latihan bersama. Yaitu dengan tim Jawa Timur dan Papua bulan Juni lalu. Kemudian baru akhir Agustus lalu latihan dengan tim DKI Jakarta.

Berkaca dari hasil latihan yang cukup baik, tim paralayang optimistis bisa membawa pulang dua medali emas. Terutama pada teknik ketepatan mendarat. Namun pihaknya tidak memfokuskan pada nomor perlombaan itu saja. “Semua nomor perlombaan menjadi fokus kami,” akunya.

Hal itu dilakukan karena tempat paralayang PON Papua merupakan tempat yang benar-benar baru dibuat. Sehingga cuaca dan kontur tanah belum bisa diprediksi. Bisa kapanpun berubah-ubah. “Nanti seminggu sebelum pertandingan, kami latihan dan adaptasi dengan lokasi,” tuturnya.

Tim paralayang Jateng memiliki beberapa kelebihan. Diperkuat empat atlet nasional, Thomas Widyanto, Hening Paradigma, Eka Nesti Wulandari, dan Tini Mariana Pertiwi.

Selain itu atlet Jateng sudah memiliki kemampuan mumpuni. Beberapa di antaranya memiliki lisensi level advance. Yakni bisa mengikuti berbagai nomor perlombaan. “Atlet Jateng lengkap dan mereka bisa fleksibel berganti posisi,” tambahnya.

Namun untuk nomor perlombaan beregu. Harus tetap dengan pasangan saat latihan. “Kebihan itu akan dimaksimalkan. Tidak hanya membawa dua medali emas. Namun bisa meraih lebih banyak lagi,” tandasnya. (cr7/ida)

Artikel Menarik Lainnya

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya