alexametrics

Kota Magelang Bidik 10 Besar Porprov 2022

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Magelang – Menjelang Pra-Porprov Jateng 2021 dan Porprov 2022, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang mulai mempersiapkan atletnya.

Bertempat di GOR Samapta Komplek Gelora Sanden, 300 atlet dari berbagai cabang olahraga mengikuti tes fisik tahap I. Kegiatan ini berlangsung dua kali 9-11 Februari 2021 dan 15-17 Februari 2021. “Dari 300 atlet yang sudah kami data untuk ikut kompetisi, akan dibagi setiap hari 50 atlet untuk mengikuti tes fisik,” kata Plt Ketua Umum KONI Kota Magelang Subarkah saat ditemui Jawa Pos Radar Kedu di GOR Samapta kompleks Gelora Sanden Rabu (10/2).

Subarkah mengatakan sebenarnya persiapan Pra-Porprov Jateng 2021 dan Porprov 2022 sedikit terlambat. Rencana awal para atlet dikumpulkan di awal tahun 2021 atau akhir tahun 2020. “Tapi dikarenakan masih adanya PPKM Jawa-Bali, kami baru bisa melaksanakan setelah PPKM selesai tanggal (8/2/2021),” ucapnya.

Baca juga:  Doa Bersama Mengingat 167 Tahun Wafatnya Pangeran Diponegoro

Ia menambahkan untuk tahap awal ini, KONI baru melakukan pendataan awal calon atlet yang akan berlaga di Pra-Porprov Jateng 2021 dan Porprov 2022. “Kami tidak tahu kondisi para atlet selama pandemi Covid-19, terutama saat latihan mandiri di rumah,” ucapnya.

Hari ini (kemarin, Red) para atlet akan dicek kondisi fisik mereka seperti apa. Sambil menunggu kepastian dari KONI pusat dan provinsi, tentang pelaksana Pra-Porprov Jateng 2021 dan Porprov 2022.

“Apapun kondisinya dan apapun materinya kami harus optimistis mempersiapkan atlet untuk Pra-Porprov Jateng 2021 dan Porprov Jateng 2022. Apalagi target Kota Magelang pada Porprov 2022 masuk 10 besar Jateng,” tegasnya.

Ia menjelaskan aturan beberapa cabor tidak sama. Seperti bulutangkis mengharuskan kontingen lolos di laga Pra-Porprov Rayon Kedu, sebelum bisa dipertandingkan di tingkat Porprov Jawa Tengah.

Baca juga:  Stok Kepokmas Mencukupi

“Cabor lainnya seperti sepakbola, voli, taekwondo, dan sebagainya harus lolos delapan besar kejuaraan daerah (kejurda). Karena itu, puluhan atlet dari sekitar 27 cabor harus mengikuti tes fisik. Hal ini untuk mengukur kemampuan fisik dasar semua atlet,” imbuhnya. (rfk/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya