Gembleng Atlet, Pertahankan Gelar Juara Porprov

172
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara dalam Rakonsul KONI Kota Semarang. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – KONI Kota Semarang terus menggembleng atlet dan meningkatkan sarana dan prasarana di Kota Semarang. Hal ini dilakukan dalam rangka mempertahankan gelar juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022.

Ketua Umum KONI Kota Semarang Arnaz Agung Andrarasmara menegaskan juara umum menjadi target yang harus diraih. Pihaknya sudah berkoordinasi dan mematangkan program untuk meningkatkan prestasi atlet. Karena Porprov sudah berada di depan mata sehingga atlet harus dipersiapkan sejak dini. “Yang utama meningkatkan prestasi atlet,” ujarnya dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Konsultasi (Rakonsul) KONI Kota Semarang.

Ia tidak menampik atlet Semarang selalu bisa mempertahankan gelar juara. Hanya saja, masalahnya perolehan medali emas yang didapat mengalami penurunan seperti yang terjadi dalam dua gelaran Porprov yang lalu. “Ini yang harus dikembalikan, selain juara umum perolehan emas harus kembali ditambah,” katanya.

KONI tidak main-main dalam mewujudkan prestasi di Kota Semarang. Berbagai fasilitas dan infrastruktur terus dibenahi. KONI ingin prestasi atlet Semarang terus meningkat dan regenerasi terus berjalan dengan baik. “Jika infrastruktur bagus, tentu bisa menunjang prestasi atlet,” tegasnya.

Selain itu, berbagai latihan dan program terus digaungkan KONI Semarang. Program Semarang Emas (PSE) menjadi salah satu bukti untuk menghasilkan bibit-bibit berprestasi. Program Semarang Emas harus berjalan sesuai target. “Ini menjadi prioritas dan pengukuran berkala para atlet, sehingga menghasilkan bibit-bibit atlet potensial dan berprestasi,” tambahnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpesan, KONI Kota Semarang sebagai wadah pembinaan atlet harus semakin profesional. Bahkan, diharapkan mulai menerapkan sport science, sport tourism dan sport industry seperti tema Hari Olahraga Nasional 2020. “Penyebab prestasi olahraga kita belum optimal, karena masih minimnya dukungan sport science pada proses pembinaan atlet-atlet muda dan elit. Maka ke depan perlu didorong cabang olahraga (cabor) untuk mengoptimalisasi sport science dalam pembinaan cabang olahraga,” ujarnya.

Hendi berharap, sport tourism dan sport industry dapat bergelut kembali agar turut serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Begitu juga program kepemudaan dan keolahragaan melalui kepariwisataan dan ekonomi kreatif. “Harus ada upaya untuk mengembangan sektor industri dalam bidang kepemudaan dan keolahragaan,” tambah Hendi. (fth/ida/bas)