Jika Ditunda, PON Papua Idealnya Digelar Maret 2021

404
Wakil Ketua II KONI Jateng, Sudarsono

RADARSEMARANG.ID, Semarang – KONI Jawa Tengah mengusulkan waktu pengganti penyelenggaran PON Papua. Hal tersebut mengingat dalam rapat bersama Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga hanya tercapai kesepakatan terkait penundaan saja. Sedangkan kapan waktu pengganti itu sendiri belum ditentukan.

Wakil Ketua II KONI Jateng, Sudarsono menuturkan keputusan waktu pengganti berada di tangan Presiden. Meskipun begitu pihaknya menyarankan agar penyelenggaraan PON tidak lebih dari bulan Maret. Pasalnya banyak event olahraga baik nasional maupun internasional yang saling bertumpukan pada tahun 2021.

“Kalau saya, idealnya Maret penyelenggaraan PON harus sudah dilaksanakan. Soalnya setelah bulan itu berjejer jadwal berbagai kompetisi tahun depan,” ujarnya.

Tercatat terdapat beberapa event olahraga pada tahun depan. Dimulai dari Piala Dunia FIFA U-20 Indonesia pada bulan Mei dan Juni, Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XVI pada bulan Juni, Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo pada bulan Juli dan Agustus hingga SEA Games Vietnam pada bulan November. Selain itu ada pula ASEAN School Games Filipina yang semula berlangsung November 2020 dan MotoGP Mandalika 2021 yang belum ditentukan bulan pelaksanaanya.

Melihat jadwal tersebut otomatis membuat atlet menjadi bingung target apa yang akan dicapai. “Apalagi bagi atlet yang ikut lebih dari satu kejuaraan. Kan pusing mau persiapan yang mana dulu,” ujarnya.

Meskipun begitu pihaknya tetap menghargai keputusan penundaan yang dilakukan pemerintah. Pasalnya langkah tersebut paling realistis di tengah situasi saat ini. Mengingat bagaimanapun kesehatan atlet selalu menjadi prioritas utama.”Lagipula kalau dipaksakan juga tidak bisa. Kan sekarang proses pembangunan venue terhenti. Jadi bisa saja November belum siap semua,” katanya.

Sementara itu Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Jateng meminta pemerintah segera menentukan waktu pengganti PON yang tertunda. Pasalnya semakin lama  diputuskan, semakin tidak jelas program latihan yang akan disusun bagi para atlet.

Sekretaris Umum Perserosi Jateng, Erlangga Ardianza Wibowo menuturkan paling tidak maksimal pada bulan Mei pemerintah telah menetapkan waktu pasti penyelenggaran PON yang tertunda.

Sehingga setelah pandemi ini usai pihaknya bisa langsung merancang program latihan dan pengintensifan bagi para atletnya.”Tujuan agar kita juga semakin jelas. Kalau bulan ini kita persiapan dari bulan ini. Jadi tidak mengawang-awang kapan kita mulai intensif untuk PON,” pungkasnya. (akm/bas)

 





Tinggalkan Balasan