Seleksi Ditunda, Pendidikan Atlet PPLOP Molor

Para calon atlet sepabola PPLOP Jateng tengah mengikuti tes fisik di Stadion Jatidiri 11-13 Maret lalu. (Istimewa)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Penerimaan atlet baru Balai Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jawa Tengah molor. Proses perekrutan terpaksa berhenti sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Kepala Kasi Kepelatihan Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng Totok Wuryanto menuturkan, terdapat 473 atlet yang lolos pada seleksi administrasi penerimaan atlet PPLOP tahun ini. Pihaknya mengaku telah menyelenggarakan tes fisik dan keterampilan. Terpilihlah 215 atlet dari 21 cabor yang tersedia. Namun untuk menyaring kembali jumlah atlet menjadi 78 sesuai kebutuhan, pihaknya tepaksa menunda proses tersebut. Mengingat wabah korona tengah melanda Jawa Tengah saat ini.

“Iya ditunda. Seharusnya masih ada tes kesehatan dan psikologi yang dilakukan 23-24 Maret. Tapi ada korona sementara dihentikan dulu,” ujarnya.

Dirinya menambahkan dengan penundaan tersebut otomatis berpengaruh pada waktu dimulainya pendidikan bagi atlet terpilih. Pasalnya proses yang dilakukan dan pengumuman seleksi menjadi tertunda. Pihaknya meminta para atlet dapat terus memperhatikan perkembangan informasi yang diberikan. Sehingga tidak terlewat dan salah tanggal mengikuti seleksi lanjutan.

“Soal teknis lanjutan Insya Allah Pak Kepala Disporapar akan membuat edaran terkait kapan dimulainya pendidikan tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, Pelatih Sepakbola Putra BPPLOP Jateng Andreas Tri Widagdo menuturkan, telah meloloskan 40 atlet pada seleksi fisik dan keterampilan lalu. Terkait penundaan ini, pihaknya meminta para atlet tersebut dapat mamanfaatkan untuk mempersiapkan diri menghadapi tes selanjutnya. Mengingat tes kesehatan selalu menjadi momok menakutkan bagi para atlet.

“Ya fisik harus dijaga. Apalagi banyak atlet sebelumnya tidak lolos karena masalah kesehatan seperti kelainan jantung, buta warna dan lainnya. Jadi manfaatkan dengan baik untuk jaga kondisi,” ujarnya.

Tak lupa ia berharap wabah korona dapat segera berakhir. Dan seluruh aktivitas dapat berjalan normal seperti sebelumnya. “Kalau ini sudah normal, kemungkinan tes kesehatan akan dilakukan di GOR Jatidiri. Dan psikologi di kantor Disporapar,” pungkasnya. (akm/ida/bas)





Tinggalkan Balasan