Buru Bibit Futsal Terbaik, Siap Rambah Sumatera dan Sulawesi

308
SMAN 3 Sragen keluar menjadi juara pada turnamen Specs Futsalogy Satelite 2020 di GOR UIN Walisongo, Sabtu (14/3/2020). (Dewi Akmalah/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Turnamen futsal Specs Futsalogy Satelite 2020 Regional 3 Jawa Tengah dan DI Jogjakarta kembali di gelar. Tim-tim terbaik dari berbagai SMA mengikuti ajang yang diselenggarakan di GOR UIN Walisongo Semarang tersebut.

Marketing Communication Specs, Joko Suryono  menuturkan turnamen tahunan tersebut tidak hanya diselenggarakan di Jateng- DIJ saja. Namun di tiga regional lainnya yakni Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Pihaknya menjaring tim terbaik dari seluruh SMA untuk dapat saling berkompetisi dan menjadi yang terbaik.

“Ini memang kami agendakan tidak hanya di Jawa saja. Kedepan kami akan mulai menyelenggarakan di Sumatera dan Sulawesi. Kami ingin menjadi wadah bagi pelajar yang ingin menjadi pemain futsal profesional. Paling tidak menjadi perjalanan awal  mereka,” ujarnya.

Pada turnamen kali ini, pihaknya mengundang 32 tim dari SMA berbeda seluruh Jateng dan DIJ dengan kualitas terbaik untuk ikut dan bersaing. Setelah mengikuti babak kualifikasi, terpilihlah delapan tim yang melaju ke Semarang guna menjalani laga putaran final yang diselenggarakan di GOR UIN Walisongo Semarang.”Sistemnya tidak dengan pendaftaran. Karena kami mengundang sekolah yag memang memiliki tim futsal berkualitas” lanjutnya.

Sementara itu babak delapan besar yang berlangsung kemarin berjalan ketat. SMAN 3 Sragen, SMAN 3 Sukoharjo, MA Mualimin Yogyakarta, dan SMAN 5 Semarang menunjukkan penampilan yang bagus. Mereka mampu membungkam perlawanan sang lawan dan berhasil melaju ke babak perempat besar. Di perebutan juara ketiga, MA Mualimin berhasil keluar menjadi juara dengan mengalahkan SMAN 5 Semarang dengan skor mencolok 6-2. Sedangkan pada partai puncak, SMAN 3 Sragen berhasil keluar sebagai juara pertama setelah mengalahkan SMAN 3 Sukoharjo dengan skor 3-1.

Pelatih SMAN 3 Sragen, Yustinus Mardi Un mengaku tidak menyangka timnya dapat keluar sebagai juara. Pasalnya Suci Ferry dkk menjalani awal putaran final atau pada babak delapan besar dengan kurang meyakinkan. Namun di babak selanjutnya timnya mampu bangkit dan mengalahkan lawan hingga menjadi yang terbaik.”Dan yang tidak kalah membanggakan Suci Ferry juga jadi best player. Semua berkat kerja keras anak-anak” ujarnya.

Baginya kemenangan tersebut menjadi penganti bagi kekalahan yang diterima pada kompetisi sebelumnya. Mengingat timnya sempat mengalami kegagalan pada suatu turnamen di Solo beberapa waktu terakhir.”Gelar ini kami persembahkannuntuk sekolah kami terconta,” pungkasnya. (akm/bas)

 

Tinggalkan Balasan