KONI Jateng Ajukan Rp 35 M untuk Bonus PON

281
KONI Jateng menyalurkan tali asih kepda atlet Jateng yang memperoleh medali pada SEA Games 2019 di Kantor KONI Jateng Semarang, Rabu (26/2/2020). (Dewi Akmalah)

RADARSEMARANG.ID, Semarang – KONI Jawa Tengah mengajukan anggaran sebesar Rp 35 miliar kepada Pemerintah Provinsi Jateng. Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk pemberian tali asih bagi atlet Jateng berprestasi yang meraih medali pada PON Papua 2020 mendatang.

Wakil Ketua Umum III KONI Jateng, Harry Nuryanto Soediro menuturkan pihaknya berupaya mengajukan dana  semaksimal mungkin untuk pemberian tali asih tersebut. Pasalnya berkaca pada pemberian tali asih bagi atlet Jateng peraih medali SEA Games 2019, jumlah atlet yang mendapat medali jauh lebih banyak dari perkiraan dan yang diusulkan.  Sehingga anggaran yang dipersiapakan tidak sesuai dengan perencanaan.

Pihaknya yang memang telah mengajukan anggaran tali asih atlet SEA Games pada tahun 2019 tidak dapat lagi mengubah hal tersebut. Sehingga mau tidak mau dana sebesar Rp 1,6 miliar harus dibagi untuk 32 atlet dan enam pelatih peraih medali. Maka dari itu untuk mengantispasi kejadian tersebut terulang, pihaknya mengajukan anggaran besar untuk tali asih atlet PON Jateng.

“Yang kemarin memang tidak sesuai dengan perkiraan. Kami mengira hanya ada lima sampai 10 atlet saja yang mendapat medali justru kenyataannya bisa mencapai 32 atlet. Kami tidak ingin hal tersebut terulang kembali karena perkiraan kami meleset,” ujarnya saat penyerahan tali asih KONI Jateng kepada atlet Jateng peraih medali pada SEA Games Filipina di Kantor KONI Jateng, Rabu (26/2/2020).

Ditemui di tempat yang sama, Ketua KONI Jateng, Soebroto menuturkan tali asih sendiri merupakan bentuk penghargaan pemerintah kepada prestasi para atlet. Dengan semakin banyaknya atlet yang menerima maka semakin banyak pula atlet Jateng yang berprestasi. Dan itu juga menunjukkan bahwa pembinaan atlet di Jateng sudah berjalan baik dan menunjukkan hasil. Meskipun demikian dirinya tetap mengingatkan kepada atlet bahwa tali asih juga merupakan pengikat. Sehingga akan mempererat kecintaan atlet kepada Jawa Tengah.

“Jadi nanti waktu sudah diberi tali asih bukan berarti atlet menjadi berpuas diri. Justru dengan itu mereka harus lebih bersemangat membela dan mengharumkan nama Jateng di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya. (akm/bas)

Tinggalkan Balasan