Wajib Bangkit di Seri Kedua

269
BELUM HABIS: Pemain Satya Wacana Salatiga Andre Adriano menjadi tumpuan saat menghadapi Amartha Hangtuah (10/1).
BELUM HABIS: Pemain Satya Wacana Salatiga Andre Adriano menjadi tumpuan saat menghadapi Amartha Hangtuah (10/1).

RADARSEMARANG.ID, SALATIGA – Meski kalah dalam dua game awal di IBL, Satya Wacana Salatiga (SWS) menuai pujian. Permainan yang disuguhkan cukup menghibur. Bahkan game pertama melawan Amartha Hangtuah (10/1) disebut-sebut sebagai game terbaik. Kedua tim mendapatkan skor hingga diatas 100 poin.

Ketua Perbasi kota Salatiga, Arief Sadjiarto menyebutkan jika permainan tim SWS cukup bagus. Mengingat para pemain masih sangat muda. Usia rata-rata pemain SWS adalah 22 tahun.
“Tim ini sangat bagus. Prospektif. Semangat juang tinggi. Memang tetap membutuhkan beberapa perbaikan untuk mencapai hasil yang diharapkan,” terang Arief saat menyaksikan game pertama di GOR Sahabat Semarang.

Sementara itu, pelatih SWS Efry Meldy menyebut hasil dua pertandingan kurang memuaskan dari segi hasil. kendati demikian, ia telah mengantongi beberapa hal yang harus diperbaiki.”Dari segi hasil kurang memuaskan. Masih butuh waktu . Tim butuh kontrol agar mainnya tidak terlalu buru buru. Selain itu, pemain juga belum bisa jaga momentum,” terang Meldy.

Kendati demikian, Meldy tidak merubah target tim. “Kalau target tidak ada yang berubah. Ini baru seri 1. Masih ada 7 seri lagi untuk kita bisa menang,” tegas Meldy optimis.

Dukungan penuh Balasatya memang cukup menambah semangat. Tidak ketinggalan Wali Kota Salatiga Yuliyanto juga ikut hadir langsung menyaksikan para pemain SWS bertanding.

Di laga perdana, Satya Wacana Salatiga yang menjadi satu-satunya wakil Jawa Tengah terpaksa mengakui keunggulan Amartha Hangtuah Sumatra Selatan. Mereka kalah 115-109 lewat overtime. Meskipun telah unggul dalam tiga kuarter, Andre Adriano CS terpaksa melakoni babak perpanjangan waktu setelah pada kuarter terakhir ditahan imbang sang lawan dengan skor 93-93. Meskipun berusaha tampil dominan, hingga overtime berakhir Satya Wacana harus tertunduk lesu setelah Laquavious Cotton menutup laga dengan lemparan dua angka untuk kemenangan Hangtuah.

Sementara di game kedua, Satya Wacana harus mengakui keunggulan Pelita Jaya Bakrie 70-61. Di seri pertama Semarang kali ini Satya Wacana masih menyisakan satu laga yaitu melawan Pacific Caesar yang digelar petang (12/1) kemarin. (sas/bas)

Tinggalkan Balasan