KONI Semarang Gencarkan Turnamen

173
Para atlet sepatu roda mengikuti Kejuaran Sepatu Rota Piala Walikota Semarang 2019 di Lapangan Simpang Lima, Minggu (24/11) kemarin. (Dewi Akmalah)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Pengurus Kota (Pengkot) beberapa cabang olahraga (cabor) di Semarang mulai tancap gas menggelar kejuaraan bagi para atletnya. Tercatat sejak Jumat sampai Minggu (22-24/11) kemarin, Semarang dibanjiri lima kejuaraan yang digelar di berbagai tempat. Antara lain cabor sepatu roda, panjat tebing, karate, pencak silat dan drum band. Semuanya memperebutkan hadiah bergengsi Piala Wali Kota Semarang.

Ketua KONI Kota Semarang, Arnaz Agung Andrarasmara menuturkan, sampai Desember, Semarang akan dibanjiri banyak turnamen berbagai macam cabor. Pasalnya  penyelenggaraan kejuaraan merupakan kewajiban bagi Pengkot cabor masing-masing. Apalagi dalam pembinaan bagi para atlet.

“Itu memang sudah sewajarnya pengurus cabor menyelenggarakan kejuaraan. Karena dengan itu kita bisa menilai hasil pembinaan yang dilakukan tiap cabor berhasil atau tidak,” ujarnya Minggu (24/11).

Pihaknya menjelaskan, idealnya dalam setahun Pengkot diharuskan menggelar dua hingga tiga kali kejuaraan. Tidak hanya diikuti atlet Semarang, tiap turnamen hampir pasti dapat diikuti atlet luar daerah. Sehingga atlet lokal dapat mengasah skill dan jam terbang. Hasilnya mereka dapat menjadi atlet andalan masa depan. “Ini bisa jadi ajang adu kemampuan bagi atlet kita agar bisa upgrade kemapuan,” lanjutnya.

Pihaknya berjanji akan mengupayakan bantuan dana bagi Pengkot dapat mengalir lancar. Sehingga kejuaraan pun dapat diselenggarakan dengan rutin. Harapannya atlet dapat memanfaatkan hal tersebut untuk menimba ilmu, pengalaman dan wawasan. Sehingga mereka dapat membentuk mental juara. “Ini semua demi atlet kita. Makanya mereka harus maksimal memanfaatkan kejuaraan ini untuk unjuk prestasi,'” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sangat mendukung banyaknya kejuaraan yang diselenggarakan untuk berbagai cabor. Pasalnya hal tersebut dapat mendorong jiwa sportivitas dan disiplin para atlet untuk berprestasi. Bahkan untuk menunjukkan dukungan, dirinya secara khusus membuka kejuaraan beberapa cabor seperti sepatu roda dan karate. “Ya memang pertandingan itu perlu. Supaya atlet bisa mempraktikkan hasil latihannya. Skill mereka pun dapat terjaga,” ujarnya. (akm/zal)