Karate Wali Kota Cup 2019 jadi Ajang Cetak Bibit Unggul

276
CARI BIBIT UNGGUL: Salah seorang karateka saat beraksi di nomor kata kemarin. Inzet: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berfoto dengan karateka pada pembukaan Tahun 2019 di GOR Satria, Sabtu (23/11) kemarin. (DEWI AKMALAH)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG, – Ratusan karateka Kota Semarang turun di ajang kejuaraan Karate Wali Kota Cup Tahun 2019. Mereka saling beradu untuk memperebutkan 65 medali emas di GOR Satria, Semarang.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Harian Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Semarang, Teguh Tri Ardiyanto menuturkan kejuaraan tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas karateka asli Semarang. Selain itu pihaknya juga hendak mengupgrade database atlet karate di Semarang. Sehingga dapat diketahui jumlah atlet yang akan diberi pembinaan secara lebih intensif.

“Total peserta yang ikut ada sebanyak 390 atlet dari kategori usia dini yakni enam tahun hingga remaja dan dewasa umur 17 tahun keatas. Mereka akan bertanding dalam 65 kelas dari Kata (peragaan jurus) dan Kumite (tarung). Hari pertama ini kita selesaikan kelas Kata dulu baru pada Minggu (24/11)  kita lanjutkan ke kelas Kumite,” ujarnya ketika membuka acara pada Sabtu (23/11) kemarin.

Dirinya menambahkan selain diperuntukkan khusus bagi karateka Semarang, peserta dari luar kota diperbolehkan ikut dengan syarat bersekolah di lembaga karate Semarang. Karena secara tidak langsung mereka juga meningkatkan kualitas karateka Semarang. Pihaknya berharap selain untuk menjaring bibit atlet baru, kejuaraan ini juga dapat memperkenalkan karate kepada masyarkat. Sehingga akan semakin banyak masyarakat yang tertarik menggeluti karate.

“Kami harap bukan animo dari karateka saja yang naik. Namun juga dari masyarakat. Sehingga dengan kejuaraan ini gairah masyarakat untuk ikut dalam karate semakin bertambah,” pungkasnya.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menilai kejuaraan Karate Piala Wali Kota ini merupakan salah satu wujud dari komitmen pemerintah kota Semarang untuk turut aktif melakukan pembinaan terhadap atlet asli daerah. Nantinya dengan berkaca pada hasil tersebut, pihaknya akan merumuskan metode yang tepat untuk  pembinaan para atlet. Sehingga mereka dapat menjadi atlet berprestasi dan membawa nama harum Kota Semarang.

“Dengan kompetisi para atlet dapat menumbuhkan jiwa sportivitas dan sikap disiplin. Saya harap mereka dapat memanfaatkan kejuaraan kali ini untuk menunjukkan skill terbaiknya. Sekaligus silaturrahmi dan bertukar ilmu dari sesama atlet. Pokoknya sukses selalu. Saya yakin karateka Semarang bisa maju dan berkualitas,” pungkasnya. (akm/bas)