Cik Butet Gantung Raket

316

JawaPos.com – Karir pebulu tangkis putri Indonesia Liliyana Natsir resmi berakhir. Malang melintang secara profesional di dunia tepok bulu angsa sejak tahun 2002, Butet akhirnya gantung raket pada Minggu (27/1).

Butet dikenal sebagai salah satu atlet putri yang paling tegar. Rentetan kekalahan menyakitkan sampai medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang ia raih pun tak bisa membuat air matanya meleleh. Namun, berdiri di hadapan ribuan pecinta bulu tangkis yang memadati Istora Senayan untuk menyaksikan langsung pesta perpisahan dirinya, Butet tak kuasa membendung air matanya.

Mata Butet sudah sembap setelah MC acara perpisahan memanggil namanya diikuti gemuruh sorak sorai penonton di Istora Senayan. Memegang ponsel berisi contekan speech yang hendak disampaikannya kepada para penonton, partner Tontowi Ahmad di nomor ganda campuran itu berbicara sembari terbata-bata. 

Liliyana Natsir, Liliyana Natsir Pensiun, Butet, bulu tangkis, PBSI, Indonesia

Infografis Liliyana Natsir pensiun (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

“Ini hari yang sangat berat buat saya. Sudah 24 tahun saya berkarir di dunia bulu tangkis, dan 17 tahun menjadi pemain profesional. Hari ini, Minggu 27 Januari 2019, saya memutuskan pensiun,” ujar Butet sembari berderai air mata.

Butet juga menuturkan bahwa tidak pernah sedetik pun ia menyesali keputusannya memilih bulu tangkis sebagai jalan hidupnya. “Dunia ini yang membesarkan nama saya, dunia ini yang membuat saya bisa memberikan yang terbaik untuk bangsa ini,” kata Butet sembari sesekali menyeka air mata yang masih terus tumpah.

Di akhir pidatonya, Butet menyampaikan sebuah kalimat motivasi. Singkat, namun sangat tegas dan padat. “Kekalahan itu tidak memalukan. Yang memalukan itu menyerah!” seru Butet, kembali diikuti riuh rendah dan tepuk tangan para pendukungnya.

Butet dan Owi masih akan meladeni laga ter.akhirnya di partai kelima Indonesia Masters 2019. Mereka akan melawan pasangan terkuat di dunia Zheng Siwei/Huang Yaqiong.