Beranda Sport Genggam Satu Tiket Semifinal

Genggam Satu Tiket Semifinal

0
SELEBRASI: Pemain PSIS melakukan selebrasi setelah Franky (tengah) mencetak gol pembuka untuk kemenangan PSIS 4-1 atas PSIR di laga lanjutan Polda Jateng Cup, Minggu sore (7/6) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SELEBRASI: Pemain PSIS melakukan selebrasi setelah Franky (tengah) mencetak gol pembuka untuk kemenangan PSIS 4-1 atas PSIR di laga lanjutan Polda Jateng Cup, Minggu sore (7/6) kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim Mahesa Jenar akhirnya memastikan diri melaju ke babak semifinal Polda Jateng Cup 2015. Setelah berhasil membungkam tamu mereka PSIR Rembang 4-1 pada laga keempat babak penyisihan Grup A di Stadion Jatidiri Semarang, Minggu sore (7/6) kemarin.

Atas kemenangan tersebut, PSIS juga sukses menjaga rekor belum terkalahkan dengan meraih empat kali kemenangan beruntun selama turnamen yang membawa Fauzan Fajri dkk masih kokoh di puncak klasemen Grup A dengan raihan poin sempurna yaitu 12 poin.

Dengan begitu, dua laga tersisa yang masih akan dilakoni tim Mahesa Jenar yaitu laga tandang versus Persijap Jepara (10/6) dan Persis Solo (14/6) hasilnya hanya akan menentukan PSIS lolos ke semifinal sebagai juara atau runner up Grup A.

Tampil di bawah dukungan publik sendiri ditambah catatan rekor kemenangan, membuat Fauzan Fajri dkk tampil cukup percaya diri menjamu PSIR. Meski starting eleven tim Mahesa Jenar sedikit berubah dengan absennya center bek M. Arifin.

Skema serangan bertubi-tubi langsung dilancarkan anak-anak PSIS sejak menit pertama. Hasilnya di menit ke-20, winger Frangky Mahendra sukses membuat publik tuan rumah bersorak melalui golnya setelah memanfaatkan bola cut back Bakori Andreas.

Unggul 1-0 tak membuat anak-anak PSIS tampil leha-leha. Beberapa skema serangan masih dilancarkan di daerah pertahanan tim berjuluk Dampo Awang itu. Hasilnya, di menit ke-44 Vidi Hasiholan menggandakan keunggulan PSIS menjadi 2-0 yang bertahan hingga turun minum.
Merasa di atas angin, juru taktik PSIS, M. Dofir langsung mengubah komposisi pemainnya. Beberapa tenaga baru seperti kiper Catur Adi, bek Andrianto maupun pemain muda Dani Raharjanto diberi kesempatan tampil oleh pelatih asal Jawa Timur itu.

Beruntung perubahan komposisi itu tak memengaruhi tempo permainan Fauzan Fajri dkk. Bahkan di menit ke-48, Johan Yoga sukses membawa PSIS menjauh 3-0 melalui sundulan kepalanya yang tidak mampu dihalau kiper PSIR, Nanang Hermawan.

Tak berhenti disitu, Johan layak diberi cap man of the match di laga kemarin setelah kembali menyumbang gol untuk PSIS di menit ke-56. Gol eks bomber Martapura FC itu menjadi gol keempat yang telah dicetaknya selama berkostum PSIS di Polda Jateng Cup kali ini.

Menjauh dengan keunggulan 4-0 tak membuat puas Fauzan Fajri dkk. Beberapa peluang emas mampu diciptakan baik melalui kaki Dani Raharjanto, Hari Nur Yulianto maupun Bakori Andreas di sisa waktu babak kedua. Beruntung kiper PSIR, A Fafa yang masuk menggantikan Nanang Hermawan sukses membendung beberapa peluang emas PSIS.

Sebaliknya, tertinggal empat gol membuat Laskar Dampo Awang tampil tanpa beban. PSIR sukses memperkecil ketertinggalan mereka menjadi 4-1 melalui gol Suyono di menit ke-89 dan bertahan hingga peluit akhir ditiupkan wasit Masudin.

Juru ramu PSIS, M. Dofir mengaku puas dengan hasil yang ditorehkan oleh anak-anak asuhnya di laga kandang terakhir babak penyisihan grup kemarin. Apalagi hasil tersebut sukses membuat Fauzan Fajri dkk melenggang ke babak semifinal.

”Pastinya kami cukup bersyukur dengan hasil ini. Namun kami juga akan tetap fight di dua laga tandang terakhir besok dan tetap berharap anak-anak bisa mendapatkan hasil yang maksimal,” terang pelatih yang juga pernah berkostum PSIS itu.

Pihaknya juga mengatakan, tim Mahesa Jenar mampu tampil semakin baik di pertandingan keempat kemarin. Baik dari sisi skema permainan maupun komposisi pemain yang di laga kemarin sempat mengalami perubahan secara drastis.

”Kami sukses memainkan dua skema sore ini (kemarin, Red), baik ketika menggunakan satu dan dua striker. Dan kredit positif juga kami berikan kepada pemain muda seperti M. Tegar yang kemarin tampil taktis sebagai starter menggantikan peran M. Arifin,” bebernya.

Sementara di kubu tim tamu, asisten pelatih PSIR, Rudi Sukma mengatakan, absennya beberapa pemain termasuk winger Zaenal Arif membuat permainan anak-anak asuhnya sedikit limbung, meski di atas kertas Rudi mengakui PSIS unggul segala-galanya atas timnya.

”Baik dari sisi stamina maupun materi saya akui PSIS lebih unggul. Namun begitu, kami juga tetap akan fight di dua pertandingan tersisa yaitu menjamu Persis (10/6) dan laga tandang lawan Persijap (14/6) mendatang,” terang Rudi. (bas/ida/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.