Beranda Sport Jateng Siapkan Tujuh Petinju

Jateng Siapkan Tujuh Petinju

0
Jateng Siapkan Tujuh Petinju
OPTIMIS: Para petinju Jateng yang dipersiapkan ke Kejurnas Tinju berpose bersama usia menjalani latihan di Gedung Tinju Jateng. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
OPTIMIS: Para petinju Jateng yang dipersiapkan ke Kejurnas Tinju berpose bersama usia menjalani latihan di Gedung Tinju Jateng. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)
OPTIMIS: Para petinju Jateng yang dipersiapkan ke Kejurnas Tinju berpose bersama usia menjalani latihan di Gedung Tinju Jateng. (Baskoro Septiadi/Radar Semarang)

SEMARANG – Tujuh petinju disiapkan Pengprov Pertina Jateng untuk menghadapi Kejurnas Tinju Elite/Senior di Makassar, Sulsel, 2-9 November mendatang. Yang menarik, dari tujuh atlet tersebut terdapat sepasang suami istri yaitu Clement Kahewamarak dan Ari Marsyana asal Kabupaten Banyumas.

Pelatih kepala tim Jateng Muhar Sutan mengakui, dari hasil pantauan Pertina Jateng dan seleksi melalui kejurprov lalu, Clement dan Ari memang yang terbaik di kelasnya. Dia berharap, keduanya bisa saling
mendukung dan memotivasi untuk mencapai prestasi terbaik. ”Ini memang istimewa. Dalam sejarah keikutsertaan Jateng di kejurnas tinju, ada pasangan suami istri di tim. Mungkin di cabang lain ada,
tapi di tinju baru pertama kali,” kata Muhar usai memimpin latihan di Gedung Pertina di kompleks GOR Jatidiri Semarang, kemarin (1/11).

Dalam sesi latihan sebagai bagian pelatda untuk kejurnas, Pertina kemarin melakukan seleksi di kelas 46 kg putra. Pasalnya di kelas tersebut terdapat dua petinju yaitu Fatoni (Jepara) dan Saridin (Kota
Tegal). Setelah diseleksi melalui duel tiga ronde di hadapan empat pelatih yaitu Muhar, Adi Wiguna, Supriyadi dan Budi Purwanto, terpilih Fatoni. ”Seleksi dilakukan secara fair. Bahkan, disaksikan para
petinju pelatda,” katanya.

Diakui Muhar, persiapan Jateng memang mepet sekali yaitu 10 hari. Meskipun Pengprov Pertina tak membebani target, namun dia menanamkan kepada atletnya, bahwa keberangkatan ke Makassar bukan piknik, namun membawa nama provinsi. Karenanya, diharapkan bisa memberikan yang terbaik. Dia menilai, persaingan di kejurnas diprediksikan sangat merata.

Di bagian lain, satu-satunya petinju putri Ari Marsyana mengatakan,bahwa dirinya mematok target pribadi yaitu juara. Dia berharap, latihannya sejak sebelum kejurprov hingga kini membuahkan hasil.
Disinggung soal pesaing terberat, Ari menyebut Dolince Sanadi (Papua). Rekor pertemuannya dengan Dolince sebanyak dua kali dan selalu kalah.

Pada pertemuan pertama di Pra-PON 2011 di Mataram, NTB, kalah angka di semi final. Pada Kejurnas Piala Wapres 2014 di Lahat, Sumsel, lagi-lagi Dolince menundukkannya di partai final. ”Sekarang saya merasa sudah siap untuk tampil habis-habisan di kejurnas kali ini. Semoga dengan keberadaan suami di sisi saya, akan memacu tampil fight di atas ring nanti,” katanya. (bas/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.