Kepala MTs NU 07 Patebon Siti Simyanah mengatakan, ada tujuh penilai CSAK yang mengunjungi madrasahnya. Di antaranya dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kendal, dewan pendidik, serta Bank Sampah Induk Kendal. Sebelumnya, warga madrasah juga telah menggencarkan kegiatan tanam pohon. Itu untuk mendukung madrasah menjadi berbasis adiwiyata.
"Siswa-siswi sudah terbiasa menanam pohon. Apalagi ini berkaitan dengan ajaran agama Islam untuk senantiasa menjaga lingkungan," katanya.
Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama (BP3MNU) Kendal Asmuni mendukung kegiatan adiwiyata di madrasah ini. Dia berharap, program adiwiyata bisa dilaksanakan dengan lebih baik.
"Saya harap di tahun berikutnya programnya bisa lebih baik," katanya.
Salah satu penilai CSAK Kendal Cholid mengatakan, program yang dilakukan seperti penanaman pohon, konservasi air, dan konservasi energi sudah berjalan dengan baik. Ia meminta program bisa berkelanjutan. Selain itu, harus bisa mengembangkan potensi menuju sekolah adiwiyata ke tingkat lanjut. Siswa-siswa juga perlu dibekali pengelolaan sampah.
"Alhamdulillah program adiwiyata di madrasah ini sudah berjalan baik. Saya harap programnya bisa berkelanjutan," tambahnya. (sct/dev/fth) Editor : Agus AP