Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, menjelaskan DASHAT adalah salah satu program Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang agar mengurangi kasus stunting di Kota Semarang yang menjadi prioritas nasional.
"Kita paham sekali, asupan gizi anak sangat penting sekali karena itu kita terus mengedukasi masyarakat akan pentingnya asupan gizi ini,"tutur Hendi usai melaunching DAHSAT ke-34 di Kelurahan Gedawang, Banyumanik.
Orang nomer satu di kota Semarang ini berpesan kepada para orang tua, untuk betul-betul memperhatikan gizi anak, termasuk keterlibatan lingkungan untuk ikut mengontrol keberadaan anak-anak yang mengalami stunting.
"Rawatlah dengan baik, agar mereka ikut berkontribusi dalam memajukan negara, khususnya di Kota Semarang," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pengendalian Pendudik dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Semarang, dr. Lilik Faridah,M.M, berharap DAHSAT ada disetiap kelurahan di kota Semarang, sehingga masyarakat dapat bergotong royong agar wilayah tersebut lebih sehat. Selain itu, pendidikan gizi masyarakat, pengetahuan dalam memberikan makanan dan pola asuh masyarakat terpenuhi dengan baik.
"Dasarnya adalah pendidikan tentang gizi masyarakat, lalu cara memberikan pola asuh, dan mengetahui tumbuh kembang anak," ujar Lilik Faridah.
Lilik Faridah menambah, DASHAT merupakan kegiatan swadaya masyarakat, pemkot Semarang hadir memberikan edukasi gizi masyarakat bersama dengan pemerintah di wilayah kelurahan untuk mengentaskan kasus stunting. Seperti mengolah makanan yang nilai gizi sesuai umur anak.
"Pertama ini kita canangkan di 34 kelurahan, yang mana itu merupakan kampung keluarga berkualitas," ujarnya.
Tidak hanya soal pemenuhan gizi untuk mencegah stunting, DAHSAT diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, melalui program pendampingan ekonomi keluarga. (sls/svc/bas) Editor : Sulistiono