Hal ini mendorong Pemerintah Kelurahan Pakintelan membentuk Gerakan Terintegrasi Masyarakat Koperasi dan Usaha Mikro (Gerai Kopi Mi). Gerai Kopi Mi dibentuk sebagai usaha memberikan informasi dari luar daerah untuk memesan makanan dan lainnya di kelurahan Pakintelan. “Jadi tujuannya agar warga dari luar daerah juga bisa memesan jasa atau makanan di kelurahan Pakintelan ini,” kata Lurah Pakintelan Dody Priyanto.
Pemerintah juga terus mendorong masyarakat dengan memberi pelatihan, sosialisasi. Namun hal itu kembali lagi kepada masyarakat pemerintah hanya bisa mengimbau dan mengajak. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat sekarang sudah menunjukkan sebuah hasil yang signifikan terkait kasus covid-19 di Kelurahan Pakintelan. “Ini karena ada sinergitas antara pemerintah dan warga. Kalau tidak ada sinergitas maka tidak akan ada hasil,” ungkapnya.
Dodi mengungkapkan, di kelurahannya banyak Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seperti makanan dan souvenir. Saat ini mulai menggeliat. Pengusaha katering mulai banyak pesanan, karena kantor kelurahan, sekolah, dan instansi lain sudah mulai mengadakan rapat. Dan karena gencarnya sosialisasi kelurahan.
Selain itu, pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan RT dan RW dalam penanganan covid. “Tracking terus dilakukan, apabila warga terkena, otomatis akan ditangani pertama oleh RT,” tuturnya.
Sosialisasi covid selalu dilakukan. Isolasi mandiri sebelum dibawa ke rumah dinas wali kota dengan membentuk jogo tonggo di masing-masing RT RW. Pihaknya juga kerap melakukan patroli penerapan prokes di wilayah kelurahan Pakintelan.
Sehingga saat ini mencapai nol kasus penderita covid-19. Hal ini karena pihak kelurahan bersinergi dengan RT RW terus mengikuti arahan program dari pemerintah Kota Semarang. “Kami juga terus menyalurkan bantuan dari pemkot maupun pihak ketiga kepada masyarakat,” akunya. (bam/ton)
Editor : Agus AP