Sarana dan prasarana telah disiapkan di antaranya pengajar sudah tahfidz, gedung rumah tahfidz, masjid, dan para guru juga sudah dibekali cara mengajar secara profesional, serta studi banding ke lembaga-lembaga pengajaran Alquran.
Humas SMP Teuku Umar Kamila Nisa menjelaskan, metode pengajaran sebelum pandemi setiap satu kelas dibimbing dua guru mengaji dalam waktu 3 jam. Apabila orang tua menginginkan jam tambahan mengaji setiap hari, selesai kegiatan belajar mengajar (KBM) bisa langsung mengikuti jam tambahan mengaji. Sedangkan selama pandemic, kegiatan mengaji dilaksanakan secara online dengan video call secara privat bagi yang masih dasar, dan video call secara berjamaah bagi yang sudah Alquran.
"Mengaji dan menghafal Alquran sudah menjadi tradisi yang sudah berlangsung lama di sekolah , namun kita akan mengembangkannya lagi lewat program Rumah Tahfidz," katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Untuk keperluan penilaian, pihaknya melakukan evaluasi setiap tengah semester lewat pekan tahfidz dan tartil.
Kepala SMP Teuku Umar Kamil Azizi telah menyiapkan program-progam kegiatan mengaji dan menghafal, di antaranya ada kewajiban dari guru pengajar BTQ (baca tulis quran) harus bisa menghadirkan siswanya di setiap event kegiatan lomba, baik di dalam sekolah , seperti pekan tartil dan tahfidz maupun di luar sekolah." Ini sebagai ajang kompetisi yang baik antarguru untuk menghasilkan bibit-bibit yang yang cerdas, kreatif, dan berahlak qurani,"ujarnya. (zen/aro) Editor : Agus AP