Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di tengah kesibukannya menjadi mahasiswa, Dwi, sapaan akrabnya, aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) Forda (Forum Ramah Difabel) Unimma. Ia menjabat sebagai ketua selama tiga periode dan tetap bisa melakukan banyak kegiatan.
"Ketua Forda wajib difabel. Kegiatannya ada kelas bahasa isyarat, braile, memperingati hari disabilitas internasional. Mendampingi difabel saat acara di luar kampus, seminar nasional, dan lain-lain," ungkapnya.
Mahasiswa asal Temanggung ini melakukan komunikasi sehari-hari di kampus dengan bahasa isyarat dan tulisan. "Sesekali ada hambatan. Sebab kadang-kadang JBI (juru bahasa isyarat) relawan notulensi itu cuma 1 orang dan sibuk tabrak mata kuliah. Kalau ada kesulitan, tanya dosen atau teman satu kelas. Misal praktik pakai HP aplikasi transpriksi instan dengan dibantu suara online," jelasnya.
Rektor Unimma Dr. Lilik Andriyani, SE., MSi mengatakan tidak ada halangan untuk meraih yang dicita-citakan meski dengan keterbatasan.
“Semangat dan tekad yang kuat sudah pasti dapat menembus segala keterbatasan. Untuk itu, saya dan seluruh keluarga besar Unimma memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Dwi Kusuma Wirawan. Salah satu mahasiswa tuli yang telah berhasil menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik,” ujar rektor bangga. (*/ima/sct/lis)
Advertisement
Advertisement
Radar SemarangIkuti
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement


