RADARSEMARANG.ID - Timnas U-23 Indonesia bakal menghadapi Uzbekista di laga Semifinal Piala Asia U-23, Senin malam (29/4).
Namun tim asuhan Shin Tae-yong harus kehilangan satu pemain andalannya yaitu Rafael Struick.
Pada laga di Abdullah Bin Khalifa Stadium itu, Struick harus absen akibat menerima akumulasi kartu kuning di laga sebelumnya.
Absennya di laga penting hadapi Uzbekistan disesali oleh Rafael yang seharusnya berhati-hati saat menghadapi Korea Selatan lalu.
Pemain Ado Den Hag itu memang bermain gemilang dengan 2 kali menjebol gawang tim negeri gingseng.
Namun ia mendapatkan satu kartu kuning pada laga tersebut akibat kesalahan yang sebenarnya tak perlu dibuat.
"Ya, menurut saya, jujur itu agak bodoh, tetapi itu sudah terjadi. Sekarang, kami harus move on," kata Rafael.
Akibatnya pemain 21 tahun itu harus duduk di tribun akibat menerima dua kartu kuning setelah sebelumnya ia dapatkan saat hadapi Yordania.
Meskipun garuda muda akan bermain tanpa dirinya, namun pemain bernomor punggung 11 ini yakin kawan-kawannya dilapangan bisa bermain baik dan mampu melaju ke final.
"Ya, tentu saja, kita harus memainkan gaya bermain yang kita biasa mainkan di tiap pertandingan. Satu atau dua sentuhan membuat patterns yang kita punya bekerja," terangnya.
Kehilangan Rafael babak semifinal menjadi kerugian tersendiri bagi Rizky Ridho dkk, pasalnya selain bisa mencetak gol dan membuka ruang juga sering turun membantu pertahanan.
Meskipun tim merah putih tampil tanpa Struick saat hadapi Uzbekistan di Semifinal, namun STY punya beberapa pemain yang dapat mengisi posisi ujung tombak.
Didaftar nama pemain yang dibawa ke Doha, Qatar, Ada nama Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka yang berposisi sebagai Striker.
Naman Jeam Kelly Sroyer juga dapat menjadi opsi untuk bermain sebagai ujung tombak walaupun biasa bermain di sayap.
Editor : Baskoro Septiadi