RADARSEMARANG.ID, Semarang - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng melakukan tinjauan arus mudik dibeberapa titik, Rabu (18/3) petang.
Bersama jajaran Forkompinda, rombongan melakukan tinjauan ke Posko Simpang Lima, Posko Dishub di Depan Kantor Dinas Kesehatan, Jalan Pandanaran, Bandara Jenderal Ahmad Yani, serta Stasiun Tawang.
Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyempatkan diri melihat langsung lonjakan pemudik, salah satunya di Jalan Tol melalui ATCS milik Dishub di Posko Pandanaran Dari pantauan yang ada, pemudik mulai berdatangan ke Semarang di Bandara ataupun Stasiun.
Sementara di ruas tol dalam kota, terlihat pemudik dari arah barat mulai masuk ke Semarang melalui Jalan Tol yang diberlakukan One Way.
"Yang agak mengawatirkan nanti kepadatan pemudik yang terjadi besok (hari ini,red). Tadi sudah dijelaskan oleh Polrestabes dan Dishub kemungkinan akan dilakukan rekayasa one way," jelas Agustina.
Dia berharap, adanya lonjakan pemudik di ruas tol dengan sistem one way, tidak berdampak besar kepada kemacetan yang ada di dalam kota. Pemkot sendiri sudah siap melakukan rekayasa jika terjadi kepadatan.
Dia menjelaskan, Pemkot Semarang berusaha maksimal untuk membuat Idul Fitri dapat terlaksana dengan baik bagi setiap orang.
"Saya sampaikan ke warga, untuk menyambut pemudik yang datang atau ke Semarang, mudah-mudahan bisa merasa nyaman. Apapun itu keselamatan nomor satu," jelas dia.
Agustina juga berpesan kepada petugas yang berjaga untuk sabar, dan tetap istirahat cukup. "Misal ngga ada jadwal, tengok juga keluarga, karena mereka juga butuh perhatian," pungkas dia
Sementara itu, Kepala Seksi dan Rekayasa Lalu Lintas, Dishub Kota Semarang, Muhammad Ali Mursyidi, menjelaskan jika penanganan lalu lintas Dishub, fokus pada kepadatan ditengah kota, exit tol dan titik keramaian lainnya.
Dia menerangkan, sudah ada sistem ATCS di 52 persimpangan jalan dilakukan intervensi ketika terjadi kepadatan lalu lintas. Dengan operator yang bekerja selama 24 jam.
"Kita bisa intervensi dengan membuat lampu hijaunya lebih lama di titik kemacetan sabar langkah penarikan, tujuannya agar tidak stuck atau mengunci," bebernya.
Selain itu, jika dilakukan one way di jalan tol, dipastikan akan ada kendaraan yang keluar dan mencari jalan alternatif. Dishub kata dia, sudah bekerjasama dengan Polrestabes, untuk mengatur jalur alternatif.
"Fasilitas berupa rambu, di jalur-jalur alternatif sudah kita pasang, misalnya di perbatasan dengan Kabupaten Semarang, Kendal misalnya di Cangkiran dan lainnya," bebernya. (den)
Editor : Baskoro Septiadi