RADARSEMARANG.ID, Semarang - Geliat arus mudik lebaran yang melintas di Tol Kalikangkung dan masuk ke dalam Kota Semarang sudah mengalami peningkatan selama tiga hari ini.
Bahkan, dalam lintasan perjam sudah mencapai diatas 2500 kendaraan dari arah Jakarta masuk ke dalam Tol Kota Semarang.
Terpantau, kendaraan dari arah barat ke timur atau Jakarta masuk ke dalam gerbang Tol Kalikangkung menuju tol dalam Kota Semarang sudah mengalami peningkat, pada Minggu (15/3/2026).
Bahkan, kendaraan yang mengantri tapping e tol di gerbang tol Kalikangkung.
Bahkan juga sering mengalami kepadatan dan mengular memanjang sekitaran 100 meter.
Antrian ini lebih condong terjadi pada sore hari, sekitar pukul 17.00.
Rata-rata kendaran yang melintas dari arah barat didominasi mobil pribadi, dan kendaraan bus angkutan umum.
Kendaraan pribadi tersedia juga ada yang mengangkut barang ditempatkan di roofrack mobil.
Terlihat juga bervariasi, kendaraan tersebut ada yang bernopol luar wilayah wilayah Jawa Tengah, seperti halnya D, A, E dan terbanyak nopol B. Namun ada juga banyak bernopol H, dan AD termasuk nopol G.
Kapospam Kalikangkung, Kapospam Kalikangkung, AKP Dimas Arief Wicaksono mengaku arus lalulintas kendaraan yang melintas di Tol Semarang Batang dan masuk ke gerbang Kalikangkung dari arah barat mulai ada peningkatan signifikan.
"Data arus mudik di Kalikangkung mulai tanggal 13 Maret 2026 kemarin, mulai ada sedikit peningkatan. Namun tidak signifikan, hanya berkisaran 1000 kendaraan per jam," ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang Minggu (15/3/2026).
Data yang diperoleh, jumlah kendaraan dari arah barat masuk gerbang tol Kalikangkung, pada Jumat (13/3/2026) tercatat berjumlah 23.486 kendaraan. Lintas per jam, 1.568
kendaraan, terjadi sore hari pukul 16.00-17.00.
Sedangkan arah dari dalam Kota Semarang atau Solo menuju keluar mengarah ke Jakarta mencapai 16.361 kendaraan.
Lintasan perjam masih dibawah 1000 kendaraan, tertinggi sebanyak 995 kendaraan pada pukul 16.00-17.00.
Hari berikutnya, mengalami peningkatan signifikan, Sabtu (14/3/2026). Kendaraan yang masuk sebanyak 31.707, kendaraan, dengan lintasan perjam cenderung diatas 2500 kendaraan. Tertinggi 2.590 kendaraan lintasan perjam terjadi pukul 14.00-15.00.
"Iya, di hari berikutnya ditanggal 14 Maret 2026 ada peningkatan kembali. Data lalin per jam mencapai 2.500 kendaraan per jam," bebernya.
Lintasan perjam diatas 2000 kendaraan ini sudah terjadi sejak pukul 11.00-12.00, hingga pukul 17.00.00.
Sedangkan kendaraan yang keluar ke arah barat atau Jakarta, sebanyak 16.160 kendaraan. Jumlah lintasan per jam dibawah 1000 kendaraan.
Sedangkan hari berikutnya, Minggu (15/2026) kendaraan yang masuk ke gerbang tol Kalikangkung cenderung menurun.
Namun, sering terjadi antrian untuk masuk gerbang tol Kalikangkung untuk menuju dalam tol Kota Semarang.
"Kalau hari ini cenderung menurun. Sampai siang hari pukul 15.00. Kendaraan tidak sampai menyentuh 1000 kendaraan lintasan per jam," katanya.
Meski demikian, kepolisian dan Jasamarga selai berkoordinasi untuk melakukan upaya kelancaran arus kendaraan mudik yang masuk ke dalam gerbang tol Kalikangkung maupun sebaliknya.
Sebagai antisipasi kepadatan, membuka penambahan gardu tapping e tol.
"Dari kami ada upaya antisipasi kepadatan di gerbang tol untuk gardu kami buka 8 gardu utama ditambah 9 gardu tambahan atau gardu satelit sehingga total 17 gardu dibuka untuk memperlancar arus mudik di gerbang tol Kalikangkung," bebernya.
Data yang diperoleh, kendaran dari barat masuk ke gerbang tol, hingga pukul 14.00 sebanyak 11.635 kendaraan, pada Minggu (15/3/2026).
Namun lintasan perjam masih tergolong tinggi, sejak pukul 09.00 hingga pukul 14.00 hampir 2000 kendaran per jam. Sedangkan jalur keluar menuju arah barat, sebanyak 5.845 kendaran.
Menanggapi puncak arus mudik, AKP Dimas belum bisa memastikan hal tersebut. Menurutnya, dimungkinkan kepadatan kendaraan arus mudik akan terjadi berbarengan dengan jadwal one way.
"Diprediksi kemungkinan masyarakat menunggu jadwal one way itu kan tanggal 17 Maret 2026, kemungkinan ada peningkatan untuk Masya pemudik.
AKP Dimas menambahkan, terus selalu memantau kepadatan arus lalin apabila terus meningkat. Menurutnya, ada upaya lainnya yang telah dipersiapkan manakala terjadi kepadatan yang sangat signifikan.
"Kita sudah persiapkan upaya-upaya lainnya diantaranya penambahan gardu kemudian koordinasi dengan Jasamarga Semarang batang untuk nanti ada alat mobile rider membantu tapping para pemudik sehingga proses transaksi di gerbang tol Kalikangkung tetap lancar," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi